Bu Susi: "Goblok! Cukup satu kata saja" - SitusInfoPedia | SitusInfoPedia.com

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Jumat, 26 Oktober 2018

Bu Susi: "Goblok! Cukup satu kata saja"

Bu Susi: Satu Kata Saja, Goblok!

SitusInfoPedia.com, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia, Susi Pudjiastuti kembali menyemprot Calon Wakil Presiden, Sandiaga Uno. Kali ini Bu Susi sangat kesal dengan ucapan Sandi yang merespons curhatan para nelayan cantrang di Tegal, Jawa Tengah.

Baca Juga



situs qq uang asli terbaik dan terpercaya

SITUS JUDI QQ TERBAIK



"Goblok! Cukup satu kata saja," tegas Bu Susi dengan nada kesal, dikutip SitusInfoPedia dari kumparan lewat sambungan telepon, Kamis 25 Oktober 2018.

Dimata Bu Susi, Cantrang itu merupakan alat tangkap ikan yang merugikan lingkungan dan merusak ekosistem laut, sehingga dia sangat anti dengan alat penangkap ikan model itu.

Sebagai catatan, selain dianggap merusak penggunaan cantrang sebagai alat penangkap ikan yang telah begitu banyak merugikan negara. Dari hasil temuan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), banyak sekali kapal cantrang yang terbukti memodifikasi ukuran mata jaring bahkan tidak segan-segan memanipulasi ukurang kapal.

Tujuannya adalah untuk meningkatkan penghasilan namun meminimalisir pembayaran pajak, dalam hal ini Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), Bu Susi sudah memperkirakan kerugian negara mencapai hingga Rp13,7 Triliun.

Maka dari itu KKP telah mengeluarkan peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor 2 Tahun 2015, yang isinya adalah setiap individu dilarang menggunakan alat penangkapan ikan pukat hela (trawls) dan alat penangkapan ikan pukat tarik (seine nets) di wilayah pengelolaan perikanan negara Republik Indonesia.

Calon wakil presiden nomor urut 2, Sandiaga Salahudin Uno mengisi agenda kampanye hari ini dengan mengunjungi tempat pelelangan ikan (TPI) di Tegalsari, Tegal. Ditemani Sudirman Said, Sandi menerima keluhan dari para nelayan tentang pelarangan terkait pemakaian Cantrang.


"Susah Pak sekarang ini, banyak sekali peraturan dari pemerintah yang justru menyengsarakan nelayan. Pak Sandi harus berjanji nanti, jika terpilih harus memperbaiki nasib nelayan. Termasuk perijinan yang lama diperbolehkan kembali penggunaan Cantrang. Cantrang ramah lingkungan kok Pak," kata salah satu perwakilan nelayan Haji Sumarso, dalam siaran pers tim Prabowo-Sandi, Kamis 25 Oktober 2018 kemarin.

Sandi yang mendengarkan curhat tersebut, merespons dan menjanjikan kebijakan dalam hal perikanan anak dipermudah kedepannya.

"Pak Haji Sumarso, saya tidak berani memberikan janji ya, karena akan ditagih nanti dunia dan akhirat. Tapi jika terpilih nanti, percayalah kebijakan bidang perikanan akan kami permudah, bukan sebaliknya malah mempersulit hidup para nelayan,' tegas Sandiaga.

Jangan Asal Ngomong Belajar dan Baca Dulu!



Sebelumnya juga Calon Wakil Presiden nomor urut 2 tersebut juga berkampanye di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Pada kunjungannya itu, pria yang akrab disapa Sandi itu berkunjung ke tempat pelelangan ikan Karangsong, Kabupaten Indramayu.

Sejumlah nelayan Indramayu pun curhat kepada Sandi terkait surat izin penangkapan ikan (SIPI). Ketua koperasi Mina Sumitra, Darto mengaku kesulitan sekali dalam hal mengurus SIPI tersebut.

Dari laporannya Darto mengatakan pengurusan SIPI bisa memakan waktu yang begitu lama, sehingga berdampak pada aktivitas para nelayan di Indramayu. Aksi curhat para nelayan ini pun direkam dalam sebuah video yang viral di media sosial beberapa waktu lalu.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengatakan dengan tegas, bahwa tidak ada kesulitan apapun dalam mengurus SIPI bagi para pemilik kapal. Selain itu beliau juga menegaskan bahwa nelayan yang memiliki ukuran kapal dibawah 10 gross ton (GT) tidak diwajibkan mengurus izin, baik menangkap ikan maupun dalam dunia pelayaran.

"Saya ingin menanggapi video yang banyak muncul di medsos terkait kunjungan Sandiaga Uno ke Indramayu. Katanya izin akan dipermudah nantinya. Saya juga mau confirm kalau selama ini KKP tidak pernah sama sekali menyulitkan izin-izin penangkapan ikan," imbuh Susi dengan nada tinggi saat ditemui SitusInfoPedia di Gedung Mina Bahari IV, KKP, Jakarta pada hari Rabu 17 Oktober 2018 lalu.

Dia mengatakan sejak 7 November 2014, pihaknya sudah membebaskan seluruh nelayan dengan kapal dibawah 10 GT dari izin penangkapan ikan. Sementara yang harus mengurus izin adalah mereka yang memiliki kapal dengan ukuran diatas 10 GT hingga 100 GT.


"Itu yang kita suruh izinnya adalah para nelayan yang memiliki kapal dengan kapasitas 10 GT. Yang berukuran 10 hingga 30 GT, ngurus izinnya di pemerintah provinsi, sementara kapal diatas 30 GT urus izin ke pusat. Kenapa begitu? karena banyak sekali laporan dari mereka yang tidak sesuai. Negara tidak menerima pajak dari kapal-kapal besar tersebut. Mereka bisa peroleh Rp10 Miliar lebih dari kapal berukuran besar seperti itu," tambah Susi Pudjiastuti.

Kemudian juga Bu Susi menyarankan kalau Sandiaga Uno itu untuk membaca dan mempelajari aturan terkait perikanan sebelum berkomentar. Sebab, selama ini negara sering dirugikan karena laporan dari kapal-kapal besar yang tidak sesuai dengan kenyataan.

"Saya itu selalu dikasih tau oleh Menkeu tentang pajak dari sektor perikanan kita sangat rendah sekali. Padahal banyak sekali kapal diatas 100 GT yang bisa menghasilkan miliaran. tapi mereka membuat laporannya hanya mendapatkan sebesar 24 ton dalam 1 tahun? Apa masuk akal begitu?" kata Bu Susi menambahkan.

Karena itu Bu Susi tampak geram, saat dikatakan soal pengurusan izin nelayan banyak dipersulit oleh Sandiaga Uno.

"Jadi tolong jangan asal bacot dulu! Belajar dan bacalah dulu Undang-Undang Perikanan baru komentar sesuai dengan fakta. Saya tidak suka sektor riil seperti ini dibawa ke ranah politik. Mestinya Politikus itu kalau ingin buat suatu komentar, harus banyak riset terlebih dahulu biar gak malu-maluin," tutup Bu Susi sambil ketawa dengan nada tinggi dan terlihat marah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here