Dua Sejoli Mahasiswa UIN Bandung Berbuat Mesum di Kampus - SitusInfoPedia | SitusInfoPedia.com

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Selasa, 02 Oktober 2018

Dua Sejoli Mahasiswa UIN Bandung Berbuat Mesum di Kampus

Dua Sejoli Mahasiswa UIN Bandung Berbuat Mesum di Kampus

BERITA HARI INI, SitusInfoPedia.com - Sebuah video mesum sejoli mahasiswa di Bandung viral di media sosial (medsos). Sejoli dalam video berdurasi singkat tersebut merupakan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung.

Rekaman video tersebut beredar Senin (1/10/2018). Dalam video berdurasi 10 detik, terlihat sepasang pria dan wanita tengah beradegan mesum di sebuah tempat.

Meski masih memakai baju lengkap, keduanya melakukan adegan mesum di atas aspal. Terlihat seorang pria mengenakan kemeja berwarna gelap sedangkan perempuan menggunakan gamis cokelat muda dan jilbab berwarna hitam.

Baca Juga



SITUS JUDI QQ TERBAIK, HOKIPOKER99.COM

SITUS JUDI QQ TERBAIK - HOKIPOKER99.COM



Pihak kampus UIN membenarkan kedua sejoli dalam video itu merupakan mahasiswanya.

"Jadi video itu merupakan perbuatan asusila di antara mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung," ujar Kepala Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan dan Kerja Sama UIN SGD Bandung, Jaenudin di kampus UIN Bandung, Jalan AH Nasution, Kota Bandung.

Pemeran laki-laki merupakan mahasiswa semester 5 jurusan Sejarah Peradaban Islam (SPI) Fakultas Adab dan Humaniora, sementara pemeran wanita merupakan mahasiswi baru.

"Pemeran prianya sudah dipanggil oleh pihak fakultas dan sudah mengakui kalau dalam video itu dia. Sementara yang perempuan belum. Kita juga masih menunggu dari pihak Fakultas kapan mau dihadapkan kepada tim yang dipimpin wakil rektor 3," kata dia.

Berdasarkan pengakuan sementara dan informasi yang diperoleh oleh Jaenudin, perbuatan mesum itu terjadi di lingkungan kampus. Untuk waktunya, dia menyebut perbuatan itu dilakukan pada hari Minggu (30/9) kemarin sore sekitar pukul 16.00 WIB.

Pihak kampus mengaku kecolongan dan geram dengan adanya insiden tersebut. Atas beredarnya video tersebut, sejoli itu terancam di drop out (DO) atau dikeluarkan dari kampus.

"Baik yang melakukan dan menyebarluaskan akan dikenakan sanksi hukum sesuai peraturan kemahasiswaan di UIN Bandung. Hampir dipastikan bagi yang mencoreng nama baik UIN Bandung sanksi hukumannya pasti diberhentikan dengan tidak hormat," tuturnya.

"Itu kan merusak citra lembaga, yang merusak enggak ada tolerir, apalagi di siang bolong, kemudian bukan di tempat yang tersembunyi," kata Jaenudin menambahkan.


Selain akan memberikan hukuman, pihaknya saat ini tengah mencari perekam dan penyebar video tersebut. Sebab dia menilai, perekam dan penyebar sama-sama merusak citra dari UIN Bandung.

"Tetapi yang paling penting di samping pelanggaran asusila kedua mahasiswa tersebut adalah pihak UIN sedang pendalaman siapa orangnya yang telah melakukan perekaman dan menyebarluaskan rekaman tersebut," katanya dikonfirmasi oleh situs judi qq terbaik.

Belum diketahui sejauh ini siapa perekam tindakan asusila sejoli mahasiswa UIN itu. Namun berdasarkan informasi yang didapat pihak kampus, perekam masih sama-sama berstatus mahasiswa.

"Masih simpang siur. Tapi kabarnya masih mahasiswa," ucapnya.

Disinggung soal akan melibatkan pihak kepolisian atau tidak dalam mengusut perekam tersebut, Jaenudin belum bisa memastikan.

"Akan dirapatkan dulu tentu oleh kami apakah itu sudah pelanggaran berat atau bukan," kata dia.

Pelaku Masih Diburu Kepolisian



Universitas Islam Negeri (UIN) SGD Bandung saat ini tengah mencari perekam dan penyebar video mesum mahasiswanya. Diduga perekam video tersebut sesama mahasiswa.

"Tetapi yang paling penting di samping pelanggaran asusila kedua mahasiswa tersebut adalah pihak UIN sedang pendalaman siapa orangnya yang telah melakukan perekaman dan menyebarluaskan rekaman tersebut," ujar Kepala Administrasi Akademik Kemahasiswaan dan Kerja Sama UIN SGD Bandung, Jaenudin di kampus UIN Bandung, Jalan AH Nasution, Kota Bandung, Senin (1/10/2018).

Jaenudin menilai perekam dalam video tersebut juga bersalah. Menurutnya si perekam diduga sengaja merekam dan menyebarluaskan video sehingga mencoreng nama baik kampus.

"Sebab itupun termasuk bagian dari pelanggaran kode etik mahasiswa. Dipastikan hasil dari rapim baik yang melakukan dan menyebarluaskan akan dikenakan sanksi hukum sesuai peraturan kemahasiswaan di UIN SGD Bandung," katanya.

Belum diketahui sejauh ini siapa perekam tindakan asusila sejoli mahasiswa UIN itu. Namun berdasarkan informasi yang didapat pihak kampus, perekam masih sama-sama berstatus mahasiswa.

"Masih simpang siur. Tapi kabarnya masih mahasiswa," ucap dia.

Disinggung soal akan melibatkan pihak kepolisian atau tidak dalam mengusut perekam tersebut, Jaenudin belum bisa memastikan.

"Akan dirapatkan dulu tentu oleh kami apakah itu sudah pelanggaran berat atau bukan," kata Jaenudin.

Kedua Mahasiswa Akan Diberhentikan


Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung geram terhadap perbuatan mesum yang dilakukan mahasiswanya. Sejoli dalam video mesum yang beredar terancam di drop out (DO) atau dikeluarkan.

"Baik yang melakukan dan menyebarluaskan akan dikenakan sanksi hukum sesuai peraturan kemahasiswaan di UIN Bandung. Hampir dipastikan bagi yang mencoreng nama baik UIN Bandung sanksi hukumannya pasti diberhentikan dengan tidak hormat," ucap Kepala Administrasi Akademik Kemahasiswaan dan Kerja Sama UIN SGD Bandung Jaenudin di kampus UIN Bandung, Jalan AH Nasution, Kota Bandung, Senin (1/10/2018).

Meski begitu, pihak kampus masih akan mendalami video tersebut termasuk menelusuri dengan meminta keterangan langsung dari sejoli tersebut. Sejauh ini, pihak universitas dalam hal ini tim yang dibentuk yang dipimpin oleh Wakil Rektor III belum bertemu langsung dengan sejoli tersebut. Salah satu pria, baru dipanggil oleh pihak fakultas.

"Yang harus didalami ini pertama kedua belah pihak belum dipanggil oleh kita, baru oleh fakultas, kita pun ingin memanggil kedua orang tersebut. Jadi mekanismenya fakultas dulu, kalau dari fakultas dinyatakan cukup bukti kuat, maka universitas tidak lagi melakukan pemanggilan, cukup berita acara yang dilakukan oleh fakultas digunakan untuk mengambil hukuman," tuturnya.

Pihak kampus mengaku geram dengan adanya video tersebut. Terlebih aksi itu dilakukan di lingkungan kampus dengan waktu siang hari. Dari informasi yang didapat pihak kampus, perbuatan itu dilakukan pada Minggu (30/9) pukul 16.00 WIB.

"Itu kan merusak citra lembaga, yang merusak enggak ada tolerir, apalagi di siang bolong, kemudian bukan di tempat yang tersembunyi," kata Jaenudin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here