Lion Air JT 610 Berhak Digugat Keluarga Korban Bila Terdapat Unsur Kelalaian - SitusInfoPedia | SitusInfoPedia.com

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Rabu, 31 Oktober 2018

Lion Air JT 610 Berhak Digugat Keluarga Korban Bila Terdapat Unsur Kelalaian

Lion Air JT 610 Berhak Digugat Keluarga Korban Bila Terdapat Unsur Kelalaian

SitusInfoPedia.com, Jakarta - Pihak keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 berhak menggugat pihak maskapai penerbangan Lion Air jika terbukti ditemukan kelalaian dalam proses penerbangan yang menyebabkan inseden tersebut.

Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) David Maruhum Lumbang Tobing menjelaskan, berdasarkan Permenhub Nomor 77 tahun 2011 tanggung jawab maskapai apabila terjadi kecelakaan yang mengakibatkan meninggalnya penumpang adalah memberikan Rp1 miliar dan Rp250 juta.

Baca Juga



situs qq uang asli terbaik dan terpercaya

SITUS JUDI QQ TERBAIK



"Tapi dalam Permenhub pasal 23, memungkinkan ahli waris menggugat ke pengadilan jika ditemukan unsir-unsur kelalaian," tuturnya kepada SitusInfoPedia, Rabu 31 Oktober 2018.

Sedangkan menurut Peraturan Menteri Keuangan (PMK) tahun 2015, lanjut dia bahwa keluarga korban berhak menerima santunan sebesar Rp50 juta. Santunan tersebut diberikan melalui Jasa Raharja.

"Berdasarkan PMK 2015 setiap penumpang yang meninggal mendapatkan santunan dari asuransi Jasa Rahardja sebesar Rp50 juta," kata dia.

Pengamat penerbangan Alvin Lie mengungkapkan, korban jatuhnya Lion Air JT-610 itu akan memeperoleh asuransi dari tiket pesawat. Kata dia, biaya tiket penerbangan telah memuat komponen biaya asuransi yang sewajibnya diberikan bagi para korban.

"Didalam tiket tersebut sudah terdapat komponen biaya asuransi, itu yang menjadi tanggung jawab untuk korban. Kalaupun ada niatan lebih dari pihak maskapai penerbangan, silahkan saja. Tapi itu tidak terikat oleh undang-undang," paparnya.

Alvin juga menambahkan, regulator atau dalam hal ini Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) hanya tinggal menetukan ahli waris keluarga yang tercatat sebagai korban, proses ini yang kemudian memakan waktu cukup lama.

"Jadi lama karena memang harus menentukan ahli warisnya saja. Yakni mengidentifikasi korban secara jelas, sederhana itu saja kok," tandasnya.

Lion Air Siap Terima Sanksi



CEO Lion Air Grup, Rusdi Kirana mengaku pihaknya siap menerima sanksi apabila benar terbukti bersalah terkait jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 yang terjadi pada hari Senin 29 Oktober 2018 lalu.

"Kita bersedia diaudit dan diinspeksi. Kita tidak akan keberatan kalau memang ada hasil temuan yang menyatakan kita salah, dan tidak keberatan soal penalti," tegas Rudi kepada SitusInfoPedia ditemui di Crisis Center Lion Air, Hotel Ibis Cawan, Jakarta, Selasa 30 Oktober 2018.

Lion Air juga dipastikan akan terus mendukung proses pemeriksaan yang akan dilakukan.

"Kalau hasil audit positif kita salah, silahkan penaltinya apa. Tapi harus mengacu pada peraturan dan Undang-Undang, tidak bisa berdasarkan emosi," lanjut dia.

Meskipun demikian, kata dia tentu hal tersebut mesti melalui proses investigasi yang baik. Dia juga berharap agar proses pemeriksaan dapat segera usai dan hasilnya bisa diketahui.

"Terlalu awal kita bicara siapa yang salah. Sampai ketemu black boxnya, baru kita tahu apa penyebabnya," jelas dia.

Karena itu dia mengatakan yang menjadi fokus pihaknya saat ini adalah berupaya memberikan pelayanan maksimal dan terbaik bagi para keluarga korban hingga proses evakuasi berakhir.

"Penyebabnya apakah karena kondisi pesawat, kondisi pilot, apakah udara, apakah pihak ketiga, atau lainnya. Terlalu awal untuk mengetahui semua itu, kita harus tunggu dulu. Yang pasti bagaimana keluarga korban kita akan tetap urus dengan baik," tandas Rusdi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here