BNN Indonesia Menembak Mati Pengedar Sabu Bagi Anggota DPRD - SitusInfoPedia | SitusInfoPedia.com

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Kamis, 08 November 2018

BNN Indonesia Menembak Mati Pengedar Sabu Bagi Anggota DPRD

BNN Indonesia Menembak Mati Pengedar Sabu Bagi Anggota DPRD

INDONESIA - Badan Narkotika Nasional (BNN) menembak mati bandar sabu, Burhanudin (57) warga Palo Glumpang Baro, Pidie, Aceh. Dia merupakan salah satu buronan jaringan narkoba Ibrahim Hasan alias Ibrahim Hongkong (31), eks anggota DPRD Kabupaten Langkat dari Fraksi Partai NasDem.

"Burhanudin adalah pemasok narkoba jenis sabu dan ekstasi kepada Ibrahim Hongkong yang ditangkap oleh BNN pada Agustus di Pangkalan Susu, Sumut," kata Deputi Bidang Pemberantasan Narkoba BNN RI Inspektur Jenderal Arman Depari, Kamis 8 November 2018.

Baca Juga



situs qq uang asli terbaik dan terpercaya

SITUS JUDI QQ TERBAIK



SitusInfoPedia.com - Arman menyebutkan Burhanudin masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) BNN sesuai surat no: DPO/05-P2/VIII/2018/BNN tanggal 24 Agustus 2018. Burhanudin terpaksa ditembak mati saat penangkapan di Gempong Pintu, Aceh Besar, Rabu (7/11/2018) malam.

"Anggota berusaha melumpuhkan dengan memberikan tembakan peringatan. Namun tidak dihiraukan oleh tersangka, sehingga tembakan diarahkan ke bagian tubuhnya," kata Arman.

Setelah roboh, kata Arman, petugas kemudian berupaya memberikan pertolongan dengan membawanya ke rumah sakit setempat. Akan tetapi, setibanya di rumah sakit, Burhanudin dinyatakan telah meninggal dunia.

"Saat ini kita masih berupaya melakukan pengembangan untuk mencari barang bukti," ujar dia.

Sebelumnya, BNN menangkap dan menetapkan 13 orang tersangka penyeludupan sabu 105 Kg dan 30 ribu butir ekstasi dari Malaysia ke Indonesia, Senin (20/8). Barang haram itu merupakan milik gembong narkoba Ibrahim Hasan alias Ibrahim Hongkong yang tak lain merupakan anggota DPRD Kabupaten Langkat dari Fraksi Partai NasDem.

Ibrahim Hongkong yang terdaftar dalam DCS (Daftar Calon Sementara) anggota legislatif Kabupaten Langkat untuk Pemilu 2019, ditangkap saat melakukan kampanye di Pelabuhan Pangkalan Susu. Sebelum tertangkap atas kasus 105 kg sabu dan 300 ribu pil ekstasi bersama rekannya, Ibrahim mengaku sudah berkali-kali menyelundupkan puluhan kilo sabu dari Malaysia ke Indonesia melalui jalur laut.

Oknum DPRD dari Partai NasDem Selundupkan Sabu



Badan Narkotika Nasional (BNN) menyebut anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Langkat, Sumatera Utara, berinisial IH berulang kali melakukan penyelundupan narkotika jenis sabu dari Malaysia ke Indonesia melalui jalur laut.

Deputi Bidang Pemberantasan BNN Inspektur Jenderal Arman Depari mengatakan informasi tersebut diketahui usai dilakukannya pemeriksaan terhadap terhadap IH.

"Dia mengaku bukan yang pertama kali, sudah berkali-kali menyelundupkan sabu dari Malaysia ke Indonesia melalui jalur laut," ujarnya melalui keterangan tertulis yang dikutip SitusInfoPedia, Rabu (22/8).

Penyelundupan sabu yang terakhir dilakukan oleh anggota DPRD dari Partai NasDem itu adalah dengan membawa sendiri sabu seberat 55 kilogram yang dilakukan pertengahan Juli lalu.

Saat itu, Arman mengatakan IH sempat menjadi kejaran BNN. Namun dia hilang di perkampungan di sekitar Pangkalan Susu.

"Keterangan Ibrahim ketika dikejar oleh anggota BNN sabu seberat 55 kg tersebut dibawa dengan mobil dan dia sendiri yang menjadi sopir sehingga lolos dari pengejaran," tuturnya.


Untuk itu, Arman mengatakan tim Tindak Pidana Pencucian Uang mulai menggeledah rumah dan mencari aset IH lainnya untuk mengetahui harta bergerak maupun tidak bergeraknya. Penggeledahan itu diutamakan dilakukan di Aceh dan Langkat.

"Untuk disidik dengan undang-undang Tindak Pidana Pencucian Uang," ucapnya.

Sebelumnya, IH ditangkap di Pelabuhan Pangkalan Susu, Langkat pada Minggu (19/8). Dia diduga memiliki ratusan kilogram sabu.

Pengungkapan kasus ini berawal saat tim gabungan BNN dan TNI Angkatan Laut mengamankan kapal kayu di perairan Selat Malaka.

Dari kapal tersebut, petugas menyita sabu sebanyak tiga karung. Kemudian, tim melakukan pengembangan atas kepemilikan sabu hingga akhirnya menangkap Ibrahim di Pelabuhan Pangkalan Susu.

Selain IH, BNN juga menangkap lima sosok lain yang merupakan rekan IH yakni Rinaldi, Ibrahim Jompak, A. Rahman, Joko, dan Amat.

Selain sabu, BNN juga menemukan sebanyak 30 ribu butir ekstasi dengan kualitas sangat baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here