Buntut 2 tahun Dipenjara Arseto Terkait Postingan Fitnah Presiden Jokowi - SitusInfoPedia | SitusInfoPedia.com

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Rabu, 07 November 2018

Buntut 2 tahun Dipenjara Arseto Terkait Postingan Fitnah Presiden Jokowi

Buntut 2 tahun Dipenjara Arseto Terkait Postingan Fitnah Presiden Jokowi

INDONESIA - Permohonan banding Arseto Suryoadji Pariadji ditolak Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta. Alhasil, ia tetap dihukum selama 2 tahun penjara. Apa status di akun Facebook-nya?

Kasus bermula saat Arseto mem-posting status di akun Facebook miliknya pada 24 Maret 2018. Ia menulis status yang bermuatan SARA, yaitu:

Baca Juga



situs qq uang asli terbaik dan terpercaya

SITUS JUDI QQ TERBAIK



SitusInfoPedia.com - Islam Kristen bersaudara jangan mau diadu domba Jokowi. Saya dulu dukung Jokowi. Saya tahu cara kerja mereka #Terpopuler #Viral

Setelah itu ia menulis status lagi:

Ideologi marxisme-komunis itu benci ulama, anak pendeta,biksu,romo berpolitik. Karena mereka anti agama diam-diam. Mereka buat aksi dukungan Palestina di gereja, Memang sarap mereka. Sekarang ibadah di monas mau ditentang.

Kali ini harus lolos, harus jadi. Jangan terpengaruh dari PGI. PGI ada orang-orang suruhan istana. Jangan goyang. Siapa mereka ha Lawan balik. Kurang ajar nentang-nentang ibadah. Saya tuntut kalian penentang ibadah.

Kita jakarta,kita demokrasi. Hanya komunis yang menentang dari agama ke politik. GO OFF

Atas hal itu, Arseto dilaporkan Reinhard Halomoan, Donal Alfari Pakpahan, dan Carmelita ke Polda Metro Jaya. Arseto pun diproses secara hukum.

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) menjatuhkan hukuman 2 tahun penjara ke Arseto. Tidak terima, Arseto mengajukan banding. Namun majelis tinggi bergeming.

"Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa, dengan pidana penjara selama 2 tahun dan pidana denda sebesar Rp 200 juta dengan ketentuan apabila pidana denda tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan," ujar majelis sebagaimana dikutip SitusInfoPedia dari website PT Jakarta, Rabu (7/11/2018).

Duduk sebagai ketua majelis Imam Sungudi, dengan anggota Elnawisah dan Sri Andini. Vonis itu diketuk pada 1 November 2018.

"Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA)," pungkas majelis.

Nama Arseto sempat viral karena tudingan soal harga undangan mantu Presiden Joko Widodo. Arseto menuding undangan mantu Jokowi dijual Rp 25 juta.

Pernah Beli Sabu di Kampung Ambon



Polisi menyita 0,2 gram sabu di apartemen yang ditempati Arseto Pariadji di kawasan Jakarta Selatan. Sabu tersebut diakui Arseto merupakan barang lama yang didapatnya dari Kampung Ambon.

"Barang bukti 0,2 gram diduga sabu itu, dia dapat dari 1 tahun yang lalu, pengetahuannya dia beli sendiri di Kampung Ambon" kata Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Jean Calvin Simanjuntak kepada SitusInfoPedia di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (30/3/2018).

Berdasarkan pengakuan Arseto kepada polisi, semula dia membeli sabu itu seberat 1 gram. Namun, Arseto mengaku lupa dari siapa dia mendapatkan barang itu.

"Dia lupa sudah 1 tahun lalu, tapi kita dalami kan ini pemeriksaannya masih marathon," lanjutnya.

Sabu tersebut ditemukan di tempat tinggal Arseto di Apartemen Tamansari Sudirman, Jakarta Selatan pada saat penggeledahan, Kamis (29/3) kemarin. Sebelumnya, apartemen Arseto di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara juga pernah digeledah dan polisi hanya menemukan bong di dalam mobil Mercy Arseto ini.

Arseto ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan ujaran kebencian (hate speech). Dia juga dijerat UU Narkotika dan UU Darurat atas kepemilikan airsoft gun dan senapan angin.

Pengacara Berharap Jaksa Berikan Tuntutan Bebas



Terdakwa kasus ujaran kebencian Arseto Suryoadji menjalani sidang pembacaan tuntutan hari ini. Pengacara Arseto, Kurnia berharap jaksa menuntut bebas dan berlaku objektif.

"Ya hari ini pembacaan tuntutan, kita berharap jaksa bisa objektif ya, karena kami melihat dakwaan jaksa sendiri banyak yang campur-aduk, dan tidak jelas gitu. Jadi ada banyak hal yang kami lihat tidak sesuai dengan porsinya, kita harap ini bisa jadi pelajaran juga, jaksanya supaya dalam menyusun dakwaan itu yang benar," kata Kurnia saat dihubungi SitusInfoPedia, Selasa (14/8/2018).

Menurut Kurnia, dakwaan yang dibacakan jaksa kepada Arseto ada yang tidak sesuai dengan porsinya untuk kasus ujaran kebencian. Dia juga berharap dengan ketidaksesuaian itu nantinya jaksa dapat memberikan tuntutan bebas untuk Arseto.

"Secara hukum kalau dakwaan nggak cermat, kan harusnya ini dakwaan dibatalkan ya, otomatis terdakwanya bebas. Harapan kita gitu, tapi kita nggak tahu mekanisme di dalam gimana ya, kita serahkan sama putusan hakim nantinya apapun itu," imbuh dia.

Kurnia juga mengatakan masa tahanan Arseto sebentar lagi akan habis pada 28 Agustus 2018. Maka, hakim akan memberikan putusan atas kasus Arseto sebelum tanggal 28, yaitu 21 Agustus.

Seperti diketahui, Arseto didakwa karena mem-posting tulisan pada Senin (24/4) di akun Facebook Arseto Suryoadji. Posting itu dibuat di Hotel Gading Indah, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Posting yang membuatnya didakwa adalah 'Islam Kristen bersaudara, jangan mau diadu domba Jokowi. Saya dulu dukung Jokowi, saya tahu cara kerja mereka #terpopulerviral'.

Jaksa mengatakan posting tersebut dapat diakses oleh semua orang yang dapat membacanya, baik yang berteman atau tidak di Facebooknya. Posting itu diduga mengandung unsur kebencian. Atas perbuatannya, Arseto diancam hukuman Pasal 28 ayat 2 UU ITE .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here