Habiskan Dana Rp1 Trliun Untuk Tangani Kebakaran Hutan di Sumsel - SitusInfoPedia | SitusInfoPedia.com

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Selasa, 06 November 2018

Habiskan Dana Rp1 Trliun Untuk Tangani Kebakaran Hutan di Sumsel

Habiskan Dana Rp1 Trliun Untuk Tangani Kebakaran Hutan di Sumsel

INDONESIA - Penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra Selatan kurun waktu 1 Februari-31 Oktober 2018 menguras APBN sebesar Rp1 triliun.

Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan nilai Rp1 triliun tersebut tidak dikucurkan dalam bentuk uang, melainkan peralatan seperti; helikopter, pesawat untuk teknik modifikasi cuaca (TMC), serta seluruh sumber daya manusianya. Dana tersebut didapat dari keterangan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Kalau menurut keterangan BNPB segitu dana APBN yang dikeluarkan. Namun tetap saja disayangkan uang sebesar itu keluar untuk pemadaman. Kalau APBD ada juga yang keluar untuk operasional, tapi saya kurang paham jumlahnya," kata Deru.

Baca Juga



situs qq uang asli terbaik dan terpercaya

SITUS JUDI QQ TERBAIK



SitusInfoPedia.com - Deru mengatakan untuk penanggulangan karhutla tahun depan, Pemprov Sumsel akan lebih fokus dalam pencegahan daripada pemadaman. Dia mengatakan, edukasi yang melibatkan semua lapisan pemerintah dan masyarakat akan digencarkan.

"Peraturan daerah yang dibuat saat ini di luar kebiasaan para petani. Petani lebih senang membuka lahan dengan membakar karena lebih murah, sedangkan dalam perda membakar lahan bakal disanksi. Ini ada ketidakcocokan," ujarnya.

Meski begitu, Deru mengatakan pihaknya tidak akan merevisi perda yang sudah ada tersebut. Namun agar pembukaan lahan dengan cara membakar tersebut tidak terus terjadi, Pemprov Sumsel mewacanakan untuk membantu petani dengan meminjamkan alat berat secara gratis dan mensubsidi BBM yang digunakan untuk usaha mereka tersebut.

"Kami punya banyak alat berat jadi bisa dipinjamkan ke petani yang ingin membuka lahan. Tapi kami harus melihat dulu aturannya. Kalau memang aturannya haru menyewa maka Pemprov Sumsel yang membayarnya," kata dia.

Diketahui, lahan yang terbakar di Sumsel dalam kurun waktu 1 Februari - 31 Oktober 2018 sekitar 37.362 hektare. BPBD Sumsel mencatat, selama operasi siaga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun ini beroperasi 13 unit helikopter yang melakukan 1.173 penerbangan dan 27.097 waterbombing.

Air yang digunakan untuk waterbombing tercatat sebanyak 103 juta liter. Satgas Karhutla Sumsel juga lakukan teknik modifikasi cuaca menggunakan empat unit pesawat yang terbang 120 kali dengan menyemai 123.520 kilogram garam.

Sementara untuk penegakan hukumnya, Polda Sumsel menangani delapan kasus karhutla. Lima di antaranya kasus yang dilakukan perorangan dan tiga lainnya melibatkan korporasi. Tiga kasus perorangan sudah dilimpahkan ke jaksa dan dua lagi masih penyidikan. Untuk kasus korporasi seluruhnya masih penyidikan.

Pencabutan status siaga karhutla sesuai Surat Keputusan (SK) Gubernur Sumsel yang mana siaga karhutla ini diterapkan pada 1 Februari hingga 31 Oktober 2018.

Terbakar Seluas 37 Ribu Hektare Sepanjang Tahun 2018



Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatra Selatan mencatat lahan yang terbakar selama kurun 1 Februari-31 Oktober 2018 mencapai 37.362 hektare.

Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan BPBD Sumsel Ansori mengatakan lahan terbakar yang paling luas terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), mencapai 19.402 hektare.

"Kondisi lahan di Kabupaten OKI kebanyakan lahan gambut. Jadi kalau sekali terbakar, susah untuk dipadamkan. Kebakaran disebabkan kekeringan saat musim kemarau kemarin. Bahkan gambut bisa terbakar sendiri saking keringnya," ujar Ansori kepada SitusInfoPedia, Minggu (4/11).

Jumlah luasan lahan terbakar terbesar kedua terjadi di Kabupaten Banyuasin, mencapai 5.812 hektare. Disusul Kabupaten Muara Enim seluas 4.404 hektare lahan terbakar, lalu Kabupaten Ogan Ilir seluas 3.577 hektare lahan terbakar.

"Lalu daerah lainnya Musi Banyuasin 1.646 hektar dan Kabupaten Musi Rawas yakni seluas 1.776 hektar. Untuk kabupaten/kota lainnya ada juga tapi relatif kecil luasannya hanya puluhan sampai ratusan hektar," ujar Ansori.

BPBD mencatat selama operasi siaga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun ini sebanyak 13 unit helikopter beroperasi melakukan 1.173 penerbangan dan 27.097 waterbombing. Air yang digunakan untuk waterbombing tercatat sebanyak 103 juta liter.

"Satgas Karhutla Sumsel juga melakukan teknik modifikasi cuaca menggunakan empat unit pesawat yang terbang 120 kali dengan menyemai 123.520 kilogram garam. Sekarang status siaga karhutla dicabut, operasional sudah dihentikan," ungkapnya.

Pencabutan status siaga sesuai Surat Keputusan (SK) Gubernur Sumsel yang menetapkan siaga karhutla berlaku 1 Februari hingga 31 Oktober 2018.

Sementara untuk penegakkan hukumnya, Polda Sumsel menangani delapan kasus karhutla.

Karo Ops Polda Sumsel Komisaris Besar Bambang Suminto mengatakan, dari delapan kasus tersebut, lima di antaranya kasus yang dilakukan perorangan dan tiga lainnya melibatkan korporasi.

"Tiga kasus sudah P21 dilimpahkan ke jaksa, dua lagi masih penyidikan. Untuk yang korporasi tiga-tiganya masih dalam tahap penyidikan. Lokasi korporasinya di Muba dua dan satu di OKI," ungkap Bambang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here