Kuasa Hukum Pelaku Penganiyaan Haringga Sirla Meminta Kliennya Untuk Tak Dipenjara - SitusInfoPedia | SitusInfoPedia.com

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Selasa, 06 November 2018

Kuasa Hukum Pelaku Penganiyaan Haringga Sirla Meminta Kliennya Untuk Tak Dipenjara

Kuasa Hukum Pelaku Penganiyaan Haringga Sirla Meminta Kliennya Untuk Tak Dipenjara

INDONESIA - Kuasa Hukum lima terdakwa dibawah umur dugaan pengeroyokan suporter Persija, Haringga Sirla, Dadang Sukmawijaya, meminta majelis hakim tidak menjatuhkan hukuman penjara. Hal itu telah dilayangkan dalam materi pembacaan pembelaan sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Bandung.

Dadang meminta majelis hakim agar mengganti hukuman penjara terdakwa pengeroyokan Jakmania dengan hukuman pembinaan di masjid dan diakhir pekan harus menjadi petugas kebersihan untuk tiga terdakwa. Selain itu mereka juga harus mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah dengan diawasi orang tua dan pengurus masjid.

Baca Juga



situs qq uang asli terbaik dan terpercaya

SITUS JUDI QQ TERBAIK



"Dari sisi lain permohonan itu, kami memohon itu karena ada rekomendasi dari Bapas. Sesuai Pasal 60 ayat 3 dan 4, sesuai sistem peradilan anak kemudian di sisi lain, rekomendasi itu hasil dari pengamatan pemasyarakatan dari Bapas itu menyampaikan ke pengadilan," kata Dadang kepada SitusInfoPedia.com saat ditemui di Pengadilan Negeri, Jalan RE Martadinata, Bandung, Senin (5/11/2018).

Dadang menjelaskan rekomendasi dari Bapas tersebut wajib dijalankan hakim dalam mengambil keputusan sidang karena sesuai undang-undang yang berlaku untuk terdakwa di bawah umur. Hukuman penjara yang dilayangkan jaksa penuntut umum seharusnya hanya sebagai alternatif.

Sementara untuk satu terdakwa dibawah umur yang tidak bersekolah, ia memohon majelis hakim untuk ditempatkan di panti sosial pusat rehabilitasi anak berhadapan dengan hukum Kementerian Sosial di Cileungsi, Bogor. Sedangkan satu terdakwa lainnya diminta dibebaskan karena dalam keterangan saksi persidangan tidak terbukti ikut melakukan pengeroyokan terhadap Jakmania.

Sementara itu jaksa penuntut umum, Melur Kimaharandika mengatakan tuntutan hukuman penjara tidak akan berubah sampai sidang putusan besok.

"Mengingat perbuatan yang dilakukan anak itu adalah perbuatan kekerasan, perbuatan itu membahayakan masyarakat kemudian perbuatan itu merupakan pidana yang diancam hukuman berat bahkan menyebabkan orang lain meninggal," kata Melur.

Melur mengatakan dalam Undang - undang sistem peradilan anak, pidana anak berupa penjara dapat dilakukan apabila seluruh syaratnya terpenuhi. Jaksa berharap majelis hakim mengabulkan tuntutan yang dilayangkan oleh pihaknya.

Dapat Perlakuan Khusus?



Agenda sidang tuntutan lima terdakwa di bawah umur yang diduga mengeroyok suporter kesebelasan Persija Haringga Sirla di Pengadilan Negeri Bandung ditunda. Alasannya adalah materi tuntutan yang menyita perhatian masyarakat secara nasional harus disampaikan terlebih dahulu ke Kejaksaan Agung.

Menurut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Bandung, Melur Kimaharandika, dengan adanya mekanisme tersebut maka pembacaan materi tuntutan akan dilakukan usai berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung. Melur mengatakan seluruh berkas materi sudah lengkap dan telah memenuhi tahapan selanjutnya untuk diserahkan ke Kejaksaan Tinggi Jawa Barat.

"Kebetulan hari ini belum turun materi tuntutannya dari Kejagung jadi kita tunggu sampai hari Kamis saya minta waktunya. Tapi hakimnya tidak bisa karena ada pelatihan jadi hari Jumat," kata Melur Pengadilan Negeri, Bandung dikutip SitusInfoPedia Selasa (30/10/2018).

Sementara itu, kuasa hukum lima terdakwa di bawah umur dugaan pengeroyokan suporter Persija Haringga Sirla hingga meninggal dunia, Dadang Sukmawijaya, mengakui adanya penundaan agenda pembacaan sidang tuntutan. Dadang mengatakan secara resmi, tidak ada aturan penundaan pembacaan sidang tuntutan karena telah menyita perhatian masyarakat.

Namun kata Dadang, hal tersebut merupakan kewenangan penuh Kejaksaan Agung untuk mengintervensi suatu kasus persidangan. Selain itu, keputusan Kejaksaan Agung, jelas Dadang, merupakan rangkaian perintah dari suatu institusi.

"Kalau ini sifatnya penting menjadi sorotan publik, kemudian sikap Kejaksaan Agung harus memberikan sikap, ya otomatis harus diambil alih," kata Dadang.

Dadang berharap dengan adanya hal ini, tuntutan yang ditujukan kepada lima terdakwa berusia di bawah umur dilayangkan sewajarnya. Tidak seperti dua orang terpidana di bawah umur sebelumnya yang telah divonis penjara. Hukuman tersebut dianggap berdampak terhadap kejiwaan anak.

Kelima terdakwa di bawah umur dugaan pengeroyokan suporter kesebelasan Persija Haringga Sirla, sebelumnya didakwa dengan dua pasal KUHP yaitu pasal 338 tentang pembunuhan dan pasal 170 ayat ke 3 soal pengeroyokan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here