Narapidana Sulteng Serahkan Diri Akan Kita Berikan Remisi - SitusInfoPedia | SitusInfoPedia.com

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Rabu, 07 November 2018

Narapidana Sulteng Serahkan Diri Akan Kita Berikan Remisi

Narapidana Sulteng Serahkan Diri Akan Kita Berikan Remisi

INDONESIA - Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menyatakan narapidana yang sempat kabur dari sejumlah tahanan saat gempa di Sulawesi Tengah dan telah menyerahkan diri akan mendapatkan remisi.

"Sudah 2/3 [napi] masuk [kembali]. Nanti kami kasih reward dalam artian remisi. Jadi mereka masuk dengan sukarela. Itu yang kami kasih remisi khusus," kata dia, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (7/11).

Baca Juga



situs qq uang asli terbaik dan terpercaya

SITUS JUDI QQ TERBAIK



SitusInfoPedia.com - Diketahui, pascagempa dan tsunami di Sulawesi Tengah banyak narapidana lepas dan kabur dari sejumlah tempat penahanan, yakni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Palu, Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Palu, Rumah Tahanan (Rutan) Palu, Rutan Donggala, dan Cabang Rutan Parigi.

Yasonna menyatakan pihaknya tinggal menunggu sekitar 300 napi kembali. Mereka disebut tak harus menyerahkan diri ke lapas lama. Bahkan, beberapa di antaranya terdata menyerahkan diri di Solo, Jawa Tengah.

Meski begitu, menkumham belum dapat memastikan besaran remisi yang bakal diberikan kepada napi itu. Hal itu, katanya, akan dibahas lebih lanjut bersama Dirjen PAS terlebih dulu, termasuk mengenai penempatan napi.

"Sedang dikaji Dirjen PAS. Ada yang lapor ke Solo nanti kami lihat apa masih harus dikembalikan ke sana yang penting kan dia menjalani hukumannya," tutur Politikus PDI Perjuangan ini.

Sebelumnya, Polri bersama Polda Sulawesi Tengah juga mengimbau napi segera menyerahkan diri atau melapor kembali guna menyelesaikan kewajiban melaksanakan hukuman.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto menyatakan jajarannya tak segan mengejar para napi jika tak kunjung kembali dalam waktu yang telah ditetapkan.

1602 Orang Narapidana Belum Kembali



Sebanyak 1.602 narapidana dan tahanan di Sulawesi Tengah belum kembali ke lembaga pemasyarakatan pascagempa dan tsunami yang mengguncang wilayah tersebut. Polisi mengancam akan menerbitkan daftar buron (DPO) bagi napi dan tahanan yang tak juga kembali.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan Mereka diberi waktu hingga 16 Oktober untuk bertemu keluarga yang kembali ke penjara.

Setelah bencana alam mengguncang Jumat dua pekan lalu, napi dan tahanan banyak yang kabur untuk mencari keluarga yang jadi korban. Selain itu, mereka bisa keluar karena bangunan penjara yang rusak diguncang gempa.

"Sesuai keterangan Kabid Kamtib Divisi Lembaga Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Sulteng Sudibyo terhadap seluruh warga binaan Lapas, LPKA, Rutan dan cabang rutan diberikan batas waktu sampai tanggal 16 Oktober agar melapor," kata Dedi saat dikonfirmasi SitusInfoPedia lewat sambungan telepon, Jumat (12/10).

Polisi mengimbau agar para napi dan tahanan untuk kembali untuk menjalani sisa masa hukuman atau melanjutkan proses hukum.

"Bila tidak melapor maka akan dibuatkan DPO (daftar pencarian orang). Warga binaan keluar karena kondisi Lapas, LPKA, rutan dan cabang rutan mengalami kerusakan saat gempa terjadi," ujar Dedi.

Napi dan tahanan terbanyak yang belum kembali berasal dari Lapas Kelas IIa Palu di mana masih ada 647 napi berada di luar.

Disusul Rumah Tahanan Kelas IIa Palu di mana ada 447 orang tahanan belum kembali. Sementera tahanan Rumah Tahanan Kelas IIB Donggala yang masih di luar sebanyak 333 orang.

Dari Lembaga Pemasyarakatan Khusus Perempuan Kelas III Palu masih ada 87 orang napi belum kembali, Cabang Rumah Tahanan Parigi 60 orang, dan Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Palu yang masih di luar sebanyak 28 orang.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pemasyarakatan Sri Puguh Budi Utami menyebut pihaknya baru akan melakukan pencarian dan meminta para napi itu kembali ke lapas usai fasilitas listrik dan air di dalam tahanan itu kembali normal.

Soal rencana rehabilitasi bangunan di lapas, ia mengatakan itu sudah diusulkan kepada pemerintah. Namun, ia memperkirakan itu tidak bisa dilakukan pada 2018.

"Karena sekarang sudah Oktober, seluruh proses [anggaran] sudah berjalan, tinggal berjuang perbaikan seadanya," kata Sri beberapa hari lalu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here