Nasib Apes Dialami Nasipudin Lantaran Diciduk Karena Menghina Polisi di Facebook - SitusInfoPedia | SitusInfoPedia.com

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Selasa, 13 November 2018

Nasib Apes Dialami Nasipudin Lantaran Diciduk Karena Menghina Polisi di Facebook

Nasib Apes Dialami Nasipudin Lantaran Diciduk Karena Menghina Polisi di Facebook

INDONESIA - Aparat Polresta Denpasar mengamankan seorang pria bernama Nasipudin alias Gibran Firdaus (22) karena melakukan penghinaan dan pelecehan lewat akun Facebook pribadinya terhadap institusi Polri.

Baca Juga



Sarana777 | Situs Judi Bola Online Sbobet88 Asia

Sarana777 | Situs Judi Bola Online Sbobet88 Asia



SitusInfoPedia.com - Nasipudin diketahui berasal dari Desa Genggelang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Ia melakukan penghinaan tersebut di sebuah grup Facebook KlU BICARA, pada Rabu (7/11) sekitar pukul 19.16 Wita.

Dalam postingan medsos di Facebooknya, yang bersangkutan menuliskan: Polisi anjing, sundel, anak bawinu, maeh mbe polisi suruk jok bale yak ke tampah elak yang artinya "polisi suruh ke rumah saya akan dipotong lidahnya."

Aparat Polresta Denpasar yang melakukan penyelidikan kemudian mengetahui Nasipudin bekerja di sebuah hotel di Canggu, Kuta Utara, Badung, Bali. Dia baru bekerja sekitar tiga minggu. Pelaku kemudian diciduk pada Senin (12/11).

"Setelah ditanya yang bersangkutan mengakui semua perbuatannya. Atas kejadian tersebut yang bersangkutan dan barang bukti dibawa ke Polresta Denpasar untuk penyidikan lebih lanjut," ucap Kasat Reskrim Polresta Denpasar, Kompol I Wayan Arta Ariawan yang dikutip oleh SitusInfoPedia, Selasa (13/11).

Arta menjelaskan, pelaku dengan sengaja tanpa hak mendistribusikan dan atau mentransmisikan dan atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan atau pencemaran nama baik.

"Sebagaimana dimaksud dalam pasal 45 ayat (1) Jo pasal 27 ayat (3) Undang-undang, nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang ITE. Diancam pidana penjara 4 tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar," ujarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here