Prabowo Bakal Jemput Habieb Rizieq Apabila Terpilih Jadi Presiden - SitusInfoPedia | SitusInfoPedia.com

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Minggu, 04 November 2018

Prabowo Bakal Jemput Habieb Rizieq Apabila Terpilih Jadi Presiden

Prabowo Bakal Jemput Habieb Rizieq Apabila Terpilih Jadi Presiden

SitusInfoPedia.com, Indonesia - Pasangan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto menegaskan dirinya untuk berjanji menjemput sang Habib Rizieq Syihab dari Mekkah untuk dibawa kembali ke tanah air apabila dirinya terpilih jadi Presiden periode 2019-2024.

"Saya akan mengusahakan beliau bisa kembali ke tanah jika saya jadi Presiden nanti, sekalian umrah saya bawa beliau pulang bersama," kata Prabowo dikutip SitusInfoPedia saat hadiri acara Tablig Akbar dan Deklarasi Komando Ulama Pemenangan Prabowo-Sandi di GOR Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan hari Minggu 4 November 2018.

Baca Juga



situs qq uang asli terbaik dan terpercaya

SITUS JUDI QQ TERBAIK



Pernyataan tersebut disambut pekik takbir pada pendukungnya yang hadir di acara tersebut. Dia juga mengatakan umat muslim di Indonesia untuk menjaga keharmonisan dan kerukunan antar-umat beragam dan mengedepankan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari para masyarakat.

"Bangsa kita yang mayoritas agama Islam, tapi bukan berarti Islam di bangsa kita mengancam bangsa lain dan anti-Pancasila. Saya kenal tokoh-tokoh ini bahwa mereka cinta NKRI dan tadi kita menyanyikan lagu Indonesia Raya dan telah saya buktikan bahwa diri saya sangat Pancasilais dengan mempertaruhkan jiwa dan raga saya untuk tanah air Indonesia ini. Saya disumpah untuk terus berjuang dan mempertahankan NKRI diatas nilai-nilai Pancasila," tegas Prabowo.

Ketua Umum DPP Partai Gerindra itu menjelaskan dirinya maju bersama Sandiaga Salahudin Uno bukan karena hasu akan kekuasaan dan ambisi semata. Ia menjelaskan bahwa tekadnya tersebut hanya berjuang untuk menciptakan keadilan dan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Saya punya dua tugas untuk maju pada Pemilu 2019 ini, yang pertama itu untuk menghilangkan kemiskinan dan kedua untuk menegakkan keadilan bagi seluruh jajaran rakyat Indonesia. Oleh karena itu, saya akan terus berjuang untuk kalian. Saya dan Saudara Sandiaga hanya sebagai alat untuk memperjuangkan hal tersebut, intinya adalah perubahan harus datang, jika kita mau selamat dan perubahan pasti akan datang," tegas mantan Danjen Kopassus itu.

Gerindra Bentuk Tim Khusus Jemput Habib Rizieq



"Soal pemulangan Habib Rizieq ini kami akan segera membentuk tim teknis yang akan mempelajari persoalan dan sekaligus mencari solusi," kata Ketua DPP Gerindra Habiburokhman dikonfirmasi kepada SitusInfoPedia, Selasa (23/10/2018) malam.

Habiburokhman mengatakan pemulangan Habib Rizieq akan menjadi salah satu prioritas utama. Dia mengatakan Gerindra akan berjuang agar Habib Rizieq mendapat perlakuan yang adil dan setara di muka hukum.

"Kami sudah kaji, menurut kami Habib Rizieq tidak bersalah terkait laporan-laporan tersebut. Yang paling penting kami ingin Habib Rizieq mendapat jaminan akan perlakuan yang adil dan setara di muka hukum," jelasnya.

Sebelumnya, Prabowo mendoakan kesehatan Habib Rizieq. Dia berharap Habib Rizieq Syihab dapat segera kembali ke Tanah Air sebelum Pilpres 2019 digelar.

"Kalau bisa, Habib Rizieq sebelum saya terpilih bisa kembali. Kalau tidak, saya yang akan jemput beliau," kata Prabowo saat berpidato di hadapan para santri di Lapangan Masjid Amaliyah, Bogor, Jawa Barat, seperti dalam keterangan tertulis, Selasa (23/10).

Habib Rizieq sebelumnya dicekal di Arab Saudi saat hendak bepergian ke Malaysia. Rizeq mengatakan menghormati pencekalan oleh Duta Besar Arab Saudi Usamah Muhammad Al-Syu'aiby. Tapi Rizieq meminta agar pencegahan itu dicabut, karena dinilai akan merugikan secara finansial karena denda yang besar.

"Itu akan kena denda besar sekaligus kena sanksi blacklsit sehingga nggak boleh ke Arab Saudi dalam beberapa tahun ke depan," kata Rizieq, Sabtu (29/9).

Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, mengatakan ada cara agar Rizieq terhindar dari denda dan blacklist tersebut.

"Sebenarnya bisa tanpa denda dan blacklist, yaitu ketika ada program amnesti keimigrasian," ujar Agus, Senin (1/10).

Namun, Tim kuasa hukum Rizieq menganggap saran Maftuh tidak solutif. Sebab, waktu penyelenggaraan program tersebut tidak jelas.

"Soal Kedubes yang menyarankan amnesti itu kan dia sendiri belum tahu. Selama menjabat juga dia mengaku baru sekali mengetahui ada amnesti itu. Jadi menurut saya, itu bukan bantuan negara yang diamanatkan undang-undang. Itu bukan solusi," ujar anggota tim kuasa hukum Rizeq, Damai Hari Lubis, Selasa (2/10).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here