Prabowo Subianto Janji Bakal Setop Impor Indonesia Jika Jadi Presiden Nanti - SitusInfoPedia | SitusInfoPedia.com

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Senin, 05 November 2018

Prabowo Subianto Janji Bakal Setop Impor Indonesia Jika Jadi Presiden Nanti

Prabowo Subianto Janji Bakal Setop Impor Indonesia Jika Jadi Presiden Nanti

INDONESIA - Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto berjanji tidak akan impor apapun jika terpilih menjadi presiden pada pilpres 2019. Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi menjelaskan janji setop impor tersebut terkait komoditas.

Koordinator Juru Bicara Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan komoditas seperti beras, jagung, singkong, tebu, dan garam seharusnya bisa dimaksimalkan produksinya di dalam negeri.

Baca Juga



situs qq uang asli terbaik dan terpercaya

SITUS JUDI QQ TERBAIK



"Jadi yang dimaksud Pak Prabowo tidak impor sama sekali itu terkait dengan komoditi dan produk primer yang seharusnya bisa kita maksimalkan di dalam negeri," kata Dahnil kepada SitusInfoPedia.com, Senin (5/11).

Prabowo menyatakan tak akan melakukan impor baik di bidang pangan hingga energi. Dia berjanji membawa masyarakat Indonesia berdiri di atas kaki sendiri dengan menjalankan swasembada pangan maupun energi.

"Kita tidak akan impor apa-apa saudara-saudara sekalian! Kita harus dan kita mampu swasembada pangan! Mampu! Kita juga harus dan mampu swasembada energi, swasembada bahan bakar," kata Prabowo.

Dahnil mengatakan langkah awal untuk mewujudkan swasembada atau kedaulatan pangan hingga energi tersebut dimulai dengan melakukan revitalisasi sektor pertanian.

"Seratus hari pemerintahan Pak Prabowo dan Sandi akan mempersiapkan jalan menuju revitalisasi pertanian menuju kedaulatan pangan dan energi," kata Dahnil.

Dia menyebut proses untuk mewujudkan swasembada pangan dan energi ini dimulai sejak awal pemerintahan Prabowo-Sandi. Dahnil menyatakan janji Prabowo itu tak akan menjadi dokumentasi atau pidato kosong seperti pemerintahan saat ini yang berjanji tak akan pernah impor lagi.

"Namun faktanya sejak awal pemerintah (Jokowi-JK) sudah salah jalan," ujarnya.


Menurut Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah itu, Prabowo memiliki kalkulasi menuju swasembada pangan. Dahnil menyebut Prabowo-Sandi dapat mewujudkan janjinya itu dalam waktu tiga tahun bila prosesnya sudah dimulai sejak awal pemerintahan nanti.

Dahnil melanjutkan rencana mewujudkan kedaulatan pangan ini 'setali tiga uang' dengan janji kedaulatan energi. Kata dia, mantan Danjen Kopassus itu bakal mempersiapkan jalan menuju energi terbarukan.

Sejak awal, kata Dahnil, Prabowo selalu menyampaikan kompetisi antar-negara di masa yang akan datang adalah masalah pangan dan energi.

"Negara yang memiliki kedaulatan pangan dan energi bisa menguasai ekonomi dunia," ujar Dahnil.

Sementara itu Juru Bicara Prabowo-Sandi, Siane Indriani mengatakan salah satu langkah dalam mewujudkan swasembada pangan dan energi adalah dengan meningkatkan sumber daya manusia (SDM), profesionalisme, serta komitmen para pemangku kepentingan.

"Kebijakan impor seringkali sarat muatan dan kepentingan tertentu," ujar Siane.

Siane mengklaim pemerintah saat ini salah mengelola kekayaan Indonesia yang begitu melimpah. Menurut dia, kebijakan impor yang dilakukan pemerintah sarat kepentingan oknum pejabat. Dia menduga ada imbalan yang diberikan kepada oknum-oknum tertentu.

"Itu yang bikin Pak Prabowo gemas. Kalau dikelola secara profesional dengan kekayaan alam melimpah seperti ini Indonesia enggak perlu impor," kata dia.

Siane menambahkan janji swasembada pangan hingga energi merupakan komitmen jangka panjang Prabowo dan Sandi. Dia menilai cita-cita tersebut memang bukan pekerjaan ringan, sehingga dibutuhkan kerja keras semua pihak terkait.

"Tapi memang bukan pekerjaan ringan. Karena perlu kerja keras semua pihak," ujarnya.

Bawa Indonesia Swasembada Pangan dan Energi



Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto berjanji akan membawa masyarakat Indonesia untuk berdiri di atas kaki sendiri dengan menjalankan swasembada pangan, energi hingga air.

"Saya bersaksi di sini kalau Insya Allah saya menerima amanah rakyat indonesia, saya akan bikin Indonesia berdiri di atas kaki kita sendiri!" kata Prabowo kepada SitusInfoPedia dalam Deklarasi Komando Ulama Pemenangan Prabowo Sandi (Koppasandi) di GOR Soemantri Brodjonegoro, Jakarta, Minggu (4/11).

Dalam arti lain, Prabowo mengatakan tidak akan melakukan impor baik di bidang pangan, energi hingga air.

"Kita tidak akan impor apa-apa saudara-saudara sekalian! Kita harus dan kita mampu swasembada pangan! Mampu! Kita juga harus dan mampu swasemabda energi, swasembada bahan bakar," katanya.

Dengan demikian, kata Prabowo, Indonesia tidak perlu impor minyak mentah 1,3 juta barel tiap hari. Selain itu, lanjutnya, Indonesia juga tidak perlu mengirim US$30 miliar tiap tahun ke luar negeri hanya untuk membayar bahan bakar.

Maka itu, Prabowo menjelaskan dia membentuk Koalisi Indonesia Adil Makmur agar bisa membawa kesejahteraan bagi masyarakat dan membawa kemakmuran.

"Kemakmuran itu sumber dari keamanan, gaji-gaji akan cukup. Kita tidak perlu impor apa-apa lagi," katanya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), impor Indonesia pada September tercatat sebesar US$14,60 miliar, atau menurun 13,18 persen dibanding bulan sebelumnya US$16,84 miliar.

Nilai impor migas menurun secara bulanan dari US$3,05 miliar menjadi US$2,28 miliar, meski ada kenaikan harga minyak dari US$69,36 per barel menjadi US$74,88 per barel.

Secara lebih rinci, seluruh golongan impor tercatat mengalami penurunan. Impor barang konsumsi secara bulanan turun 14,97 persen, impor bahan baku menurun 13,53 persen, dan impor barang modal menurun 10,45 persen.

Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia antara Januari hingga September tercatat di angka US$134,99 miliar, sedangkan impor mencapai US$138,78 miliar. Artinya, Indonesia masih tetap mencatat defisit US$3,79 miliar sepanjang tahun 2018.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here