Radja Nainggolan Ogah Dijuluki ‘Bad Boy’ - SitusInfoPedia | SitusInfoPedia.com

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Rabu, 28 November 2018

Radja Nainggolan Ogah Dijuluki ‘Bad Boy’

Radja Nainggolan Ogah Dijuluki ‘Bad Boy’

INDONESIA - Imej yang selama ini melekat pada diri Radja Nainggolan adalah seorang bad boy yang mengacu kepada kepribadian dan gaya hidupnya. Tapi pemain keturunan Indonesia itu membantah semua anggapan tersebut, dengan menyebut dirinya hanyalah orang normal seperti pada umumnya.

Bakatnya yang besar dengan karakter kuat telah mengantarkan Nainggolan di puncak dunia sepakbola. Kemampuannya dalam bermain telah membuatnya menjadi sosok yang mencolok selama berada di Italia.

Baca Juga



SITUS JUDI QQ TERBAIK

SITUS JUDI QQ TERBAIK



SitusInfoPedia.com - Gelandang yang kini berseragam Inter Milan membela diri soal perangainya yang terkesan garang dan kasar di atas lapangan. Dia berdalih bahwa sikapnya di atas lapangan tak melulu menjadi refleksi bagaimana kehidupannya di luar lapangan.

“Saya dapat memberitahu Anda bahwa saya hanya orang normal dan bukan anak nakal karena banyak orang melabeli saya seperti itu,” katanya.

“Saya bisa berjalan di lingkungan terburuk dan hidup dengan cara biasa. Saya dapat menerima bantuan yang diberikan kepada para pemain, tetapi itu tidak berarti saya mencari mereka.

“Saya berbelanja di supermarket, saya bisa minum dan merokok sebatang rokok dengan ketenangan. Bahkan pemain bola bisa merokok, bahkan jika mereka tidak memiliki pekerjaan ‘normal’.”

Lahir di salah satu kota kecil di Belgia, Antwerp, Nainggolan kecil hidup dari kedua orang tua yang terpisah. Dia tinggal bersama ibu dan saudara perempuannya yang pindah ke Piacenza Italia pada tahun 2005, sebelum namanya mencuat ketika bermain untuk Cagliari di ajang Serie A.

Mantan pemain internasional Belgia itu coba menjelaskan asal-usulnya yang dipenuhi kesulitan. Tapi dia mengatakan memiliki cara untuk melupakan semua kesusahan itu yaitu dengan bermain sepakbola.

“Pada hari-hari awal di Piacenza, saya mendapat 1000 euro sebulan, tetapi bagi saya dan keluarga saya itu sangat banyak,” curhat Nainggolan dikutip dari SitusInfoPedia.

“Saya mencoba untuk memastikan standar hidup yang baik untuk semua anggota keluarga saya. Saya terinspirasi oleh ibu saya. Dia adalah orang yang paling penting dalam hidup saya, dia tidak memiliki apapun kecuali dia memberi saya segalanya dengan membuat banyak pengorbanan.”

“Saya sangat bangga dengan asal-usul saya bahkan jika mereka tidak mengizinkan saya untuk memiliki kehidupan yang mudah. ​​Saya merasa berasal dari Antwerpen sementara sebagai pemain saya menganggap diri saya sebagai orang Italia dari sudut pandang teknis dan taktis.”

“Saya memiliki banyak kualitas tetapi tidak unggul dalam apapun. Gaya saya memungkinkan saya memberikan segalanya untuk rekan tim saya,” tuntasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here