Sven Goran Eriksson Resmi Latih Tim Nasional Filipina Simak 5 Faktanya - SitusInfoPedia | SitusInfoPedia.com

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Senin, 05 November 2018

Sven Goran Eriksson Resmi Latih Tim Nasional Filipina Simak 5 Faktanya

Sven Goran Eriksson Resmi Latih Tim Nasional Filipina Simak 5 Faktanya

INDONESIA - Perekrutan Sven-Goran Ericsson yang di antaranya dikenal karena lama membesut Timnas Inggris menggambarkan ambisi besar The Azkals, julukan Timnas Filipina.

Dan tugas pertama Ericsson adalah memimpin “Anjing Jalanan”, terjemahan dari Azkals bertarung di turnamen antar negara Asia Tenggara, Piala AFF 2018. Dalam turnamen ini Filipina berada satu grup dengan Thailand, Singapura, Timor-Leste dan Indonesia.

Baca Juga



Sarana777 | Situs Judi Bola Online Sbobet88 Asia

Sarana777 | Situs Judi Bola Online Sbobet88 Asia



Sbobet88 - Para penikmat sepakbola barangkali sudah tak perlu lagi diperkenalkan dengan sosok manajer 70 tahun ini. Namun tiada salahnya untuk melihat beberapa fakta tentang Sven-Goran Ericsson dan penunjukannya sebagai manajer baru Timnas Filipina berikut ini.

1. Gantikan mantan Kapten Timnas Inggris



Federasi sepakbola Filipina menjalin kerjasama dengan Sven-Goran Eriksson setelah manajer sebelumnya yakni Terry Butcher mengundurkan diri. Butcher mengundurkan diri hanya dua bulan setelah ditunjuk menangani The Azkals dan belum pernah memimpin satu pertandingan pun. Sebagai info, Butcher adalah mantan kapten Timnas Inggris yang punya 77 caps bersama The Three Lions.

Dalam pernyataan pengunduran dirinya, Butcher yang mengaku telah menjalin hubungan baik dengan lingkungan sepakbola di di Filipina berkata: “Dengan menyesal, saya belum bisa bekerja sesuai dengan yang saya inginkan dan saya memutuskan untuk tidak melanjutkan peran ini.”

2. Kenal baik sepakbola Asia



Ericsson tak asing dengan sepakbola Asia karena sebelum menerima jabatan pelatih Filipina, ia terakhir kali berkarier di Liga Super Cina. Selama empat tahun, ia telah menukangi tiga klub China.

Dimulai dari Guangzhou R&F pada Juni 2013, berlanjut ke Shanghai SIPG dan terakhir Shenzhen FC yang kemudian memecatnya pada Juni 2017. Ia kemudian tak melatih hingga ditunjuk menjadi juru taktik Filipina.

Karier Ericcson di China tak terlalu mewah karena sama sekali tak berbuah trofi. Meski begitu ia mampu membawa dua klub pertamanya di Liga Super China lolos ke Liga Champions Asia.

Ini menjadi modal penting bagi Ericsson untuk memahami karakter sepakbola Asia untuk melatih Filipina. Pasalnya, di Liga Champions Asia ia telah menjalani pertandingan melawan klub-klub dari banyak negara Asia.

3. Cukup pengalaman internasional



Filipina bukanlah negara pertama yang ia tangani. Seperti dikutip SitusInfoPedia dari Fox Sports ia merupakan arsitek Timnas Inggris dengan durasi pekerjaan yang cukup lama antara 2001 hingga 2006. Dalam kurun waktu tersebut Inggris tampil dalam tiga turnamen besar yakni Piala Dunia 2002 dan 2006 serta Piala Eropa 2004. Dalam ketiga turnamen tersebut, Inggris terhenti di fase perempat-final atau babak delapan besar.

Ia juga punya pengalaman menangani Timnas Pantai Gading pada Piala Dunia 2010. Sayangnya ia gagal membawa Pantai Gading lolos dari Fase Grup karena kalah bersaing dengan Portugal dan Brasil. Sebelum menerima pekerjaan membesut The Azkals, Ericsson dikabarkan juga bernegosiasi dengan federasi sepakbola Irak dan Kamerun.

4. Puncak sukses di Liga Italia



Ericsson punya segudang pengalaman melatih klub-klub top Eropa, mulai dari klub Swedia, Portugal, Italia hingga Inggris. Namun karier terbaiknya didapatkan di Liga Italia dalam dua periode yakni 1984 hingga 1989 bersama Roma dan Fiorentina serta 1992 hingga 2001 bersama Sampdoria dan Lazio.

Ia menyumbangkan gelar Coppa Italia untuk Roma dan Sampdoria. Dan masa keemasan didapatnya saat menukangi Lazio. Empat musim bersama Elang Ibu Kota Italia ia mengoleksi cukup banyak gelar termasuk dua trofi Coppa Italia dan satu scudetto pada musim 1999-2000.

5. Fokus Filipina di Piala Asia 2019



Filipina memang menunjuk Ericsson menangani skuat saat berlaga di Piala AFF 2018, termasuk melawan Indonesia yang sama-sama menghuni Grup B. Namun melihat persiapan yang mepet ajang Asia Tenggara ini bukanlah sasaran utama yang dibebankan kepada Ericsson.

Pasalnya Federasi sepakbola Filipina mengonfirmasi Ericsson akan mulai menangani tim sekitar 3 November 2018 sementara pertandingan pertama Grup B Piala AFF sudah dimulai pada 9 November 2018.

Filipina mengikat Ericsson dalam kontrak pendek berdurasi enam bulan. Kontrak tersebut cukup untuk membuat manajer kelahiran 5 Februari 1948 tetap menangani tim saat Piala Asia digelar pada Januari 2019.

Piala Asia 2019 bersejarah bagi Filipina mengingat ini adalah turnamen pertama mereka di level tertinggi Asia. Keberadaan Ericsson nampaknya akan dimanfaatkan Filipina untuk menarik semakin banyak pemain keturunan untuk tak ragu bergabung ke The Azkals.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here