Trauma Seorang Anak Berusia 16 Tahun Digilir Oleh Paman, Sepupu dan Ipar-nya - SitusInfoPedia | SitusInfoPedia.com

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Kamis, 01 November 2018

Trauma Seorang Anak Berusia 16 Tahun Digilir Oleh Paman, Sepupu dan Ipar-nya

Trauma Seorang Anak Berusia 16 Tahun Digilir Oleh Paman, Sepupu dan Ipar-nya

SitusInfoPedia.com, Jakarta - Satu keluarga di wilayah Kabupaten Bantaeng, Sulsel, yang terdiri dari paman, sepupu, dan ipar tega memperkosa keponakannya sendiri yang berusia 16 tahun. Korban yang masih berstatus pelajar ini mengalami trauma berkepanjangan.

"Kondisi korban labil, sangat trauma. Tetapi kami tetap tetap melakukan pendampingan untuk diajak ngomong sebagaimana bentuk truma healing," kata Kepala Bidang Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Bantaeng, Syamuniar Malik, Kamis (1/11/2018).

Baca Juga



situs qq uang asli terbaik dan terpercaya

SITUS JUDI QQ TERBAIK



Syamsuniar mengatakan korban dititipkan oleh neneknya di rumah pamannya setelah ibunya meninggal dunia dan ayahnya telah menikah lagi dengan perempuan lain. Karena dianggap tidak mendapatkan perhatian, korban lalu dibawa ke rumah pamannya yang juga masih merupakan saudara kandung ibunya sendiri.

"Namun di sanalah justru korban mendapat perlakuan tidak senonoh. Dia mendapatkan tindakan pemerkosaan dan ancaman dari paman, sepupu dan iparnya dari pamannya itu," sebutnya.

Menurut hasil laporan yang diterima SitusInfoPedia, pemerkosaan dan pelecehan seksual yang didapatkan korban terjadi dalam kurun waktu 2017 hingga 2018. Korban mendapatkan ancaman untuk tidak boleh menyebarkan perlakuan dari para keluarganya itu ke orang lain.

Hingga pada akhir Oktober ini, Korban kabur bersama seorang sepupunya yang sering dijadikan teman curhat. Dia sempat kabur beberapa hari ke wilayah Kabupaten Bulukumba sebelum akhirnya melaporkan kejadian yang menimpanya kepada pihak polisi.

"Ini sangat menyakitkan karena yang melakukan adalah keluarganya sendiri. Sekarang kami tempatkan dia di rumah ayahnya. Kami minta kepada ibu tirinya anak ini jangan dikrasi karena masih suka termenung," terangnya.

Sebelumnya, 1 Keluarga di wilayah Kabupaten Bantaeng, Sulsel, ditangkap karena tega memperkosa keponakannya sendiri.

"Iya korban diperkosa oleh paman dan anggota keluarga lainnya," kata Humas Polres Bantaeng, Bripka Sandi.

Harus Diperiksa Kejiwaannya



Pemerhati anak di Mojokerto meminta polisi untuk memeriksakan kondisi kejiwaan Muh Aris (20), karyawan bengkel las yang memerkosa 11 anak. Jika hanya diproses pidana, dikhawatirkan akan kembali jatuh korban saat pelaku bebas dari hukuman nanti.

Hal itu dikatakan tokoh Pemerhati Anak, Hamidah. Dia saat ini memimpin Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak (LP2A) Bina Anisa sekaligus menjadi Tim Hukum Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Mojokerto.

"Saya kira kalau korbannya sampai 11 anak, pastilah itu ada kelainan jiwa selalu ingin bermain seks dengan anak, atau pedofilia. Itu juga perlu disembuhkan," kata Hamidah saat dihubungi SitusInfoPedia melalui sambungan telepon, Selasa (30/10/2018).

Oleh sebab itu, Hamidah meminta Polresta Mojokerto tak hanya memproses hukum Aris atas perbuatannya yang memerkosa 11 anak. Dia berharap polisi juga mendatangkan psikiater untuk memeriksa kondisi kejiwaan tersangka.

Pemeriksaan itu untuk memastikan Aris mengidap gangguan kejiwaan atau normal. Upaya ini, menurut dia, bakal mencegah Aris untuk mengulangi perbuatannya saat bebas dari hukuman nanti.

"Bukan berarti saya membela pelaku. Seandainya pelaku mengidap gangguan jiwa tak disembuhkan, ke depan akan banyak korban. Pemerintah melalui polisi yang melakukan penyidikan punya wewenang untuk memeriksakan ke psikiater. Kami sangat berharap itu dilakukan polisi," terangnya.

Jika didiagnosa oleh psikater mengidap gangguan kejiwaan, lanjut Hamidah, maka menjadi tugas Dinas Sosial untuk membantu pengobatan pelaku di rumah sakit jiwa.

"Kalau pelaku terdeteksi mengidap ganguan jiwa, maka bebas dari pidana. Supaya tak ada anak lagi yang menjadi korban, maka orang ini harus disembuhkan," ujarnya.

Tak hanya itu, tambah Hamidah, pihaknya bersama P2TP2A Mojokerto juga akan mendampingi para korban.

"Untuk pemulihan psikis anak dari dampak itu, harus disembuhkan melalui proses pemulihan. Kalau korban saya akan segera koordinasi dengan P2TP2A," tegasnya.

Sementara Kapolresta Mojokerto AKBP Sigit Dany Setiyono berpendapat lain. Pihaknya fokus menuntaskan penyidikan terhadap kasus pemerkosaan anak yang dilakukan Aris.

"Jadi, tugas polisi adalah memastikan bahwa tersangka bisa dilakukan penyidikan dan dilimpahkan ke kejaksaan sampai dengan pengadilan. Nanti pengadilan yang akan menentukan kalau dibutuhkan pemeriksaan-pemeriksaan kejiwaan," tandasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here