Vladimir Putin Klaim Presiden Ukraina yang Rekayasa Konfrontasi Terhadap Rusia - SitusInfoPedia | SitusInfoPedia.com

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Kamis, 29 November 2018

Vladimir Putin Klaim Presiden Ukraina yang Rekayasa Konfrontasi Terhadap Rusia

Vladimir Putin Klaim Presiden Ukraina yang Rekayasa Konfrontasi Terhadap Rusia

INDONESIA - Presiden Rusia Vladimir Putin menuduh Presiden Ukraina, Petro Poroshenko, merekayasa konfrontasi di lepas laut Krimea antara Angkatan Laut Ukraina dan Angkatan Laut Rusia sebagai upaya mendongkrak kepopulerannya menjelang pemilihan Maret 2019.

"Ia harus melakukan sesuatu untuk membuat situasinya lebih tegang," kata Putin seperti yang dikutip SitusInfoPedia dalam sebuah acara forum investasi di Moskow, Rabu (28/11).

Baca Juga



SITUS JUDI QQ TERBAIK

SITUS JUDI QQ TERBAIK



SitusInfoPedia.com - Padahal, menurutnya, kejadian antara angkatan laut kedua negara merupakan insiden pelanggaran wilayah perbatasan sehingga para petugas perbatasan Rusia menyita kapal-kapal Ukraina.

"Mereka menunaikan tugas militer. Mereka menjalankan tugas-tugas mereka yang sah dalam mengamankan perbatasan Rusia," tambah presiden Rusia.

Awak kapal ditangkap



Putin menyampaikan pernyataan itu di tengah ketegangan dengan Ukraina menyusul tembakan ketika tiga kapal Ukraina berada di lepas pantai Krimea, wilayah yang dianeksasi oleh Rusia pada 2014.

Dua puluh empat personel kapal Ukraina tersebut ditangkap oleh aparat Rusia dalam aksi yang oleh Kiev disebut sebagai "agresi" Rusia.

Namun Rusia menegaskan bahwa kapal-kapal Angkatan Laut Ukraina telah "memasuki wilayah perairan Rusia".

Lewat video yang dikeluarkan oleh Badan Intelijen Rusia, beberapa awak Ukraina membuat pernyataan, termasuk pengakuan "perilaku provokatif" dari aksi tersebut.

Petro Poroshenko lantas memberlakukan keadaan perang di 10 daerah, sebagian berbatasan langsung dengan Rusia, selama 30 hari.

Pemimpin Ukraina menegaskan bahwa negara itu terancam "perang penuh dengan Rusia".

Sebagai tanggapannya, Moskow menyatakan tengah mengerahkan sistem pertahanan rudal canggih ke Krimea.

Sejumlah negara Barat menyatakan dukungan terhadap Ukraina dalam ketegangan terbaru dengan Rusia ini.

Seperti yang dilansir SitusInfoPedia bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengindikasikan ia kemungkinan akan membatalkan pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di sela-sela KTT G20 di Buenos Aires, Argentina, pekan ini.

Namun rencana pertemuan itu, kata penasihat urusan luar negeri Presiden Putin, Yuri Ushakov, sebaiknya tetap dilaksanakan.

"Pertemuan itu sama-sama diperlukan oleh kedua negara dan penting bagi situasi secara umum di dunia," jelas Ushakov.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here