Warga Muslim di Jepang Bersih-Bersih Makam Sekaligus Jalani Silahturahmi - SitusInfoPedia | SitusInfoPedia.com

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Senin, 26 November 2018

Warga Muslim di Jepang Bersih-Bersih Makam Sekaligus Jalani Silahturahmi

Warga Muslim di Jepang Bersih-Bersih Makam Sekaligus Jalani Silahturahmi

INDONESIA - Saida Salam, Warga Negara Indonesia, telaten membersihkan rumput liar di makam suaminya seorang mualaf Jepang di kompleks permakaman muslim di Enzanushioku, Koshu, Yamanashi. Kota itu berjarak 112 kilometer dari Tokyo.

Wanita berusia enam puluh dua yang lima belas tahun bermukim di Jepang itu tidak datang sendiri. Dia bersama putrinya dan lima puluhan warga muslim Indonesia dan Jepang bekerja bakti bersih-bersih makam di kompleks permakaman Yamanashi.

Baca Juga



SITUS JUDI QQ TERBAIK

SITUS JUDI QQ TERBAIK



SitusInfoPedia.com - Saida merasa sangat terbantu dengan program bersih-bersih makam yang diprakarsai Japan Muslim Association/JMA (Asosiasi Muslim Jepang), sebuah organisasi muslim independen di Jepang yang berdiri pada 1950. Karena itu pulalah dia lebih banyak mengenal komunitas muslim di Jepang, mereka yang asli warga Jepang, warga Indonesia, maupun negara lain.


Rini Koizumi, seorang WNI yang juga bersuami seorang mualaf Jepang, berpendapat serupa. Ibu dengan dua anak itu menceritakan setiap datang ke makam suaminya selalu ia dapati dalam kondisi bersih.

Budaya Islam di Jepang


Aktivitas JMA, selain mengenalkan Islam kepada masyarakat Jepang, juga memelopori pendirian permakaman Muslim di negeri matahari terbit itu. Salah satu yang dikelolanya adalah pemakamaan muslim di Yamanashi ini.

Presiden JMA Amin K Tokumasu menjelaskan, kegiatan bersih-bersih makam berjalan sejak dua puluh tahun lalu. Peserta kegiatan adalah anggota JMA dari berbagai negara yang bermukim di Jepang.

Ia mengapresiasi dukungan penuh warga muslim asal Indonesia yang tergabung dalam Jamaah Mushola SRIT (Sekolah Republik Indonesia Tokyo)/JMS dan Keluarga Masyarakat Islam Indonesia (KMII) yang selalu aktif ikut dalam kegiatan itu.


Selain mengurus pemakaman dan kegiatan lain, organisasi JMA juga mengenalkan budaya Islam yang mengajarkan kasih sayang dan perdamaian kepada masyarakat Jepang.

"Karena di Jepang tidak ada dasar ilmu yang mengenalkan tentang konsep Tuhan Yang Maha Esa. Kan Jepang itu dasarnya adalah animisme dan untuk agama adalah agama Buddha. Untuk itu kita mengenalkan Islam itu lewat budaya, sejarah, makanan, dan lain-lain,” ujarnya seperti yang dikutip SitusInfoPedia.

JMA juga membantu anggotanya yang hendak memakamkan anggota keluarganya yang meninggal dunia. Dengan memberi kemudahan dan keringanan biaya termasuk prosesi pemakamannya. Kompleks makam itu dikelola komunitas muslim di sana sejak lima puluh tahun silam. Diprakarsai sejumlah pegiat terdahulu JMA dengan niat awal agar setiap muslim Yamanashi yang meninggal dapat dimakamkan di sana.

Islam ramah dan santun


Program bersih-bersih makam didukung oleh warga muslim asal Indonesia yang tergabung dalam Jamaah Mushola SRIT dan KMII. Menurut pendiri JMS, Bambang Sunarto (53 tahun), organisasinya menerapkan metode silaturahmi dan dakwah yang ramah dalam merekatkan sesama warga negara Indonesia yang bermukim di Jepang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here