biji kopi tumpah di atas cangkir merah

Kopi Hitam: Serba-serbi Nikmat dalam Warna Pekat

Posted on

Kopi hitam bisa ditemukan di mana saja. Baik berupa kopi sachet instan maupun menu premium di kedai kopi. Jenis ini merupakan salah satu bagian dari warna-warna kopi yang terbagi dalam beberapa varian. Inilah yang akan kita bahas kali ini, tidak lupa penjelasan lebih lengkap mengenai serba serbi kopi hitam.

Bila berbicara soal warna kopi dengan contoh kopi hitam, salah satu tema yang sejenis adalah cokelat. Cokelat merupakan warna tersendiri yang mana ternyata kita juga mengenal varian produk “white cokelat” dan “dark cokelat”.

Keduanya merupakan komoditas yang laku dijual ekspor, karena itu rakyat negara kita tidak asing dengan tajuk warna kopi dan cokelat. Penyebabnya ialah kewajiban menanam dua komoditas tersebut sejak era penjajahan.

Kembali pada tema warna kopi, ada sebuah buku yang membahas asal-usulnya yaitu “A Dictionary of Color”. Buku ini ditulis oleh dua orang penulis bernama A. Maerz dan M.A. Paul pada tahun 1930. Penerbitnya ialah McGraw-Hill Book Company Incorporated.

Buku yang kalau diartikan ke dalam Bahasa Indonesia “Pustaka Warna” tersebut, memiliki definisi terhadap kopi sebagai bagian dari warna. Kopi ialah warna kecokelatan yang sepadan dengan warna biji kopi ketika mengalami proses sangrai. Kata ini mulai digunakan pada tahun 1695, sudah cukup lama atau sekitar tiga abad lebih.

Selain warna kopi yang umum dipakai, ada juga warna-warna kopi lain. Misalkan saja “kopi susu” yang marak digunakan sejak tahun 1839 dalam Bahasa Inggris. Baru setelahnya, kopi hitam mulai dibicarakan dan digunakan dalam keterampilan penentuan warna tahun 1928. Terhitung lebih baru dibandingkan warna-warna terkait kopi lainnya.

Warna kopi hitam di Sunda

kopi hitam dalam cangkir bening
Kopi hitam dalam cangkir bening. Sumber: WallHere

Kenapa kita bahas Sunda? Karena ada pembahasan tentang tema ini sebelumnya oleh D.K. Ardiwinatabisa dalam buku tulisannya berjudul “Elmoening basa Sunda: pikeun pangadjaran di sakola-sakola” terbitan Indonesische Drukkerij tahun 1916. Buku ini diterbitkan ulang dalam Bahasa Indonesia tahun 1984 dengan judul Tata Bahasa Sunda.

Ardiwinatabisa menjelaskan kalau orang Sunda terkadang gemar memberi nama suatu sifat berdasarkan nama suatu benda lain. Inilah penjelasan kalau pemakaian kata sifat berupa penyebutan warna kopi, tidak hanya terjadi di Inggris.

Orang Indonesia juga melakukannya, tepatnya Suku Sunda yang memiliki kebiasaan kuat soal ini. Orang Sunda mempunyai kebiasaan untuk menyebut sebuah istilah abstrak berdasarkan benda-benda sekitar yang berhubungan.

Banyak contoh-contoh lainnya dalam hal ini. Sebut saja warna-warna seperti “hejo carulang”, “koneng terong peuheur”, “koneng bolang kahieuman”, “wungu kopi”, juga “hejo daun cau”. Secara berturut-turut kita bisa mengartikannya sebagai; warna kulit di tengah-tengah kuning-hitam seperti rumput carulang; warna kuring mirip terong getir; kuning pucat macam keladi tanpa sinar matahari; ungu kopi; serta hijau daun pisang.

Bahasa Sunda mengenal 10 warna pokok yaitu hideung, bodas, beureum, koneng, hejo, paul, kopi, kayas, bungur, juga hawuk. Artinya hitam, putih, merah, kunging, hijau, biru, cokelat, merah muda, ungu, serta abu-abu. Bila ada warna lain, akan dicondongkan pada salah satu dari 10 warna tersebut yang paling mendekati.

Lalu bagaimana dengan warna kopi hitam? Mari kita ulas.

Penjelasan sebelumnya telah membabar mengenai warna-warna, termasuk “wungu kopi”. Lengkapnya lagi adalah warna kopi, kopi susu, dan lain sebagainya. Ada pun khusus untuk warna kopi hitam, bukanlah alami dari biji kopi yang sudah masak. Warna kopi hitam dikarenakan proses sangrai atau istilah kerennya “roasting”.

Warna asli kopi bukanlah hitam. Buah kopi hanya memiliki tiga warna yaitu semburat kuning, hijau, dan merah di saat panen. Warna merah ini sendiri, sering disebut sebagai “ceri kopi” karena kemiripan bentuk dan warnanya dengan buah ceri.

Buah kopi yang dipanen sebagai bahan olahan untuk menghasilkan komoditas minuman kopi, hanya bila sudah berwarna merah penuh. Bila masih ada semburat kuning atau bahkan hijau, buah kopi tersebut bisa dipastikan belum masak. Baru ketika sudah dipetik dan dipisahkan antara daging buah dengan biji kopi, proses selanjutnya bisa dimulai.

Apa proses yang terjadi? Bergantung pada rasa yang ingin dihasilkan dalam komoditas kopi olahan. Ada “semi washed”, “full washed”, “honey process”, dan terakhir “natural process”. Pemrosesan ini merupakan tahap sebelum penyangraian yang membuat warna kopi hitam pada bagian bijinya.

Warna hitam yang dihasilkan

Berbagai macam kopi dengan warna  yang berbeda-beda
Berbagai macam kopi dengan warna yang berbeda-beda. Sumber: RedDoorz Blog

Biji kopi yang sudah dipisahkan dengan dagingnya berwarna hijau keputih-putihan. Kemudian biji kopi ini dijemur sampai cukup bagus untuk masuk ke tahap sangrai. Ada beberapa jenis gaya penyangraian yang menghasilkan kopi dengan warna dan rasa berbeda.

Pertama, green bean. Sebenarnya green bean merupakan biji kopi yang hanya diproses tanpa sangrai. Konon manfaatnya cukup banyak, seperti menurunkan berat badan bila diminum secara rutin berkala. Kamu bisa menemukannya dijual secara terbuka dalam bentuk bubuk bahkan kapsul seperti obat-obatan.

Kedua, light roast. Warnanya kopi hitam masih belum terlihat, lebih pada cokelat muda. Tingkat keasaman tinggi. Biji kopi mentah disangrai sampai pecah pada lapisan pertama lalu berhenti.

Tiga, medium roast. Cirinya semakin mendekati kopi hitam, namun masih berada pada koridor cokelat meski pekat. Aromanya lebih menguar dan apabila dibuat minuman, rasa manisnya lumayan menonjol.

Terakhir, dark roast atau kopi hitam pekat. Hasil sangrai ini juga yang menghasilkan warna hitam dan cenderung banyak ditemui. Sangrai dark roast berkualitas merupakan bahan baku ekspresso. Ciri permukaan biji kopinya cukup berwarna hitam pekat ditambah minyak alami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *