Biji kopi luwak bali yang siap untuk diproses

Kopi Luwak Bali: Harga, Rasa, dan Cara Pengolahan

Posted on

Kopi luwak Bali merupakan varian lain dari kopi luwak. Biasanya kopi luwak secara orisinalitas berasal dari Sumatera, namun juga ada daerah lain yang mengembangkannya. Contoh yang paling dekat ialah Provinsi Bali. Karena Bali menjadi tempat jujukan pariwisata internasional, tidak aneh kalau para wisatawan disodori suguhan kopi spesial.

Kopi luwak merupakan seduhan kopi dari biji kopi yang dikeluarkan oleh luwak setelah melewati proses pencernaannya. Rasa sudah pasti berbeda dan tidak ada yang meragukan kesedapan aroma dan kelezatannya.

Ada beberapa daerah di Nusantara yang terkenal sebagai penghasil kopi luwak. Kebanyakannya merupakan wilayah Sumatera seperti Gayo, Sidikalang, Desa Janji Maria, Pagaralam, Semende, Liwa, Kotabumi, Jabar, Jatim, dan Bengkulu. Jarang yang mengetahui kalau Bali juga memiliki kopi istimewa ini.

Untuk itu, mari kita ulas kopi luwak Bali!

Harga kopi luwak Bali

kopi luwak memiliki warna hitam kecokelatan
Kopi luwak memiliki warna hitam kecokelatan seperti kopi-kopi lainnya. Sumber: Getting Stamped

Harga kopi luwak sebagai kopi kelas premium bisa sangat mahal. Apalagi kalau luwak yang mengeluarkan biji kopinya merupakan binatang liar di luar tangkaran. Konon produksi kopi luwak liar ini hanya ada 600 kilogram per tahun dari seluruh dunia. Tak ayal harga kopi ini juga meroket.

Biji mentah kopi luwak termahal mencapai 100 dolar Amerika Serikat per 450 gramnya. Itu adalah harga biji setelah popularitas kopi ini naik karena dipublikasikan tahun 1980-an. Sekarang, kita akan menemukan bahwa kopi luwak asli harganya bisa berada di level 600 dolar Amerika Serikat tiap kilogramnya.

Kenapa bisa mahal sekali? Ini karena beredar kabar bahwa 70% kopi luwak di pasaran bukanlah kopi luwak asli. Kopi tersebut disebut tidak asli karena hanya menggunakan campuran di mana kopi luwak digabung bersama kopi jenis lain. Bahkan ada juga kopi luak sintetis yang dibuat oleh pabrik

Terkadang ada penjual yang jujur dan menjual kopi luwak sesuai grade atau tingkatan campurannya. Contohnya ada kopi luwak otentik 100%; campuran 50:50; dan lain sebagainya. Makin otentik kopi luwak tersebut, maka kian mahal harganya dan demikian juga sebaliknya.

Lalu apakah kopi luwak Bali harganya berbeda? Lebih mahal atau mura? Untuk kasus Bali, kita bisa menemukan banyak penjual yang menjual kopi premium ini dengan harga di atas Rp 1.000.000-an tiap kilogramnya.

Bagaimana dengan rasa si rajanya kopi ini?

Luwak sedang memilih buah kopi unggulan dan memakannya
Luwak sedang memilih buah kopi unggulan dan memakannya. Sumber: satriadewatatransport – WordPress.com

Kopi luwak merupakan kopi yang dipanen dari kotoran luak liar. Apakah rasa dan harumnya akan seperti kotoran? Jelas tidak!

Rasa kopi luwak cenderung tidak kental dan terasa halus di lidah. Tidak meninggalkan kepekatan atau “after taste” yang membuat enek seperti kopi pada umumnya. Ini dikarenakan proses fermentasi di pencernaan luwak.

Karena tidak kental dan terasa halus, maka kopi luwak tidak berbahaya untuk lambung dan cenderung bisa dikonsumsi siapa saja. Bila ada orang sakit perut atau maag setelah meminum kopi, bisa dipastikan kopi luwak yang diminumnya palsu atau paling tidak sudah dicampur kopi lain.

Warna kopi luwak ialah hitam kecokelatan seperti kopi pada umumnya. Ada sedikit rasa asam, tetapi hanyalah sebagai “bumbu” dan terasa seolah cukup. Lidah kita juga akan mengenali beberapa efek seperti rasa buah dalam seduhan kopi luwak. Terasa sangat alami sekali seperti sedang berjalan-jalan di hutan,

Aromanya pun menyegarkan. Kopi ini punya aroma yang kuat serta harum. Sama sekali tidak berbau kotoran seperti bahan mentahnya. Bahkan kalau boleh dibilang, biji kopi luwak yang menggerumbul dalam kotoran pun tidak memiliki bau yang menjijikkan.

Kandungan zat di dalam kopi luwak memiliki kesamaan dengan kopi-kopi lain. Perbedaannya hanyalah kadar zat yang mempunyai susunan tidak biasa. Penjelasannya adalah sebagai berikut:

  • Kadar kafein kopi luwak robusta dan arabika lebih rendah sekitar 0,2% dibanding kopi biasa.
  • Kadar proteinnya juga mempunyai selisih sekitar 2%.
  • Meskipun zat lain kadarnya lebih kecil, kadar lemak dalam kopi luwak malah lebih besar sekitar 2%.

Rasa kopi luwak liar berbeda dengan luwak yang sengaja ditangkarkan

Ada perbedaan jelas antara biji kopi dari kotoran luwak liar dengan yang sengaja ditangkarkan. Biji kopi luwak liar warnanya coklat muda kekuningan. Sedangkan luwak penangkaran lebih mengarah ke coklat muda namun pucat. Sayangnya perbedaan ini tidak akan terlihat kalau biji-biji kopi sudah diolah.

Maka kita harus pintar membedakannya. Apalagi kopi luwak Bali yang mana justru malah lebih dekat dengan aktivitas pariwisata. Tidak jarang luwak sengaja ditangkarkan sekaligus menjadi tontonan turis. Mereka lalu dikenai “charge” tinggi. Agar tidak tertipu, ketahui rasa kopi luwak orisinil.

Banyak orang merasakan kopi luwak hasil penangkaran memunculkan “after taste”. Rasanya cenderung membuat eneg. Berbeda dengan biji kopi luwak liar yang terasa halus dengan badan kopi tampak lebih tebal. Perbedaan ini dikarenakan pola diet yang berbeda antara luwak liar dan tangkaran.

Cara pengolahan kopi luwak Bali

Kopi luwak Bali banyak yang diproduksi di daerah Kintamani. Luwak mencari makanan berupa buah-buah dan biji kopi termasuk makanan favoritnya. Luwak sendiri memiliki kelebihan untuk memilih buah-buahan terbaik. Itulah kenapa kopi luwak selalu terasa enak, karena luwak sendiri sangatlah pemilih untuk makanan yang dikonsumsinya.

Masyarakat Indonesia telah mengenal teknik pengolahan kopi luwak semenjak penjajahan Belanda. Kotoran luwak dibersihkan sampai benar-benar hanya tersisa biji-biji kopi. Pilihlah biji-biji kopi yang masih utuh kulit arinya agar terlindung dari kontaminasi kotoran.

Setelah bersih, biji-biji kopi itu lalu diolah dengan teknik sangrai. Begitu selesai lalu ditumbuk sesuai selera, apakah halus atau kasar. Barulah kemudian diseduh dan disajikan. Proses pengolahan ini menjadi salah satu daya tarik wisata bagi peminat kopi luwak Bali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *