wanita muda berbaju kuning melakukan meditasi katolik

Meditasi Katolik: Konsep, Manfaat, & Cara Melakukan

Posted on

Meditasi Katolik merupakan salah satu bentuk meditasi dengan metode khusus yang disesuaikan dengan prinsip-prinsip dalam agama Katolik. Apakah kamu pernah mendengarnya? Mungkin yang memeluk agama tersebut akan langsung mengerti dan telah akrab dengan konsep meditasi ini. Tetapi bagi orang luar kebanyakan, “meditasi Katolik” merupakan nama yang kurang familiar.

Meditasi secara umum berarti usaha untuk menata mental secara terstruktur. Biasanya dimulai dengan melepaskan beban pikiran dari otak sehingga tubuh menjadi rileks serta terbebas dari kecemasan, keraguan, dan lain sebagainya. Prosesnya dapat dilakukan dengan perenungan, “self mirroring”, dan lain-lain.

Nah, salah satu cara untuk meditasi tersebut ialah meditasi Katolik. Yuk, kita simak bahasannya berikut ini.

Meditasi Katolik secara konsep, manfaat, & cara melakukan

Secara sederhana, inilah cara meditas khusus yang telah disesuaikan dengan prinsip-prinsip agama Katolik. Ada tujuh hal yang mendasari tata laku dari meditasi tersebut. Pondasi tata laku juga seyogyanya dapat dipahami oleh setiap praktisi atau pembelajar meditasi khusus ini. Berikut bahasan tujuh perihal tata laku meditasi Katolik.

Mediasi Katolik merupakan cara berdoa sebagai upaya komunikasi manusia dengan Pencipta

Proses pelepasan beban pikiran ditujukan agar mental manusia dapat lebih bebas dan tertata untuk maju ke fase selanjutnya. Masyarakat timur yang mengenal konsep sembahyang dan berdoa, sebenarnya sudah lama mengetahui cara-cara tersebut.

Menurut mereka, konsep ini akan lekat kaitannya dengan upaya mendekatkan diri pada Sang Maha Pencipta. Semakin dekat seseorang dengan Pencipta, maka semakin tinggi derajatnya untuk memiliki hak-hak prestisius terutama ketenangan batin.

Cara untuk mendekati Pencipta adalah mengenali diri kita terlebih dahulu sebagai makhluk yang diciptakan. Pengenalan diri membutuhkan wawasan, kerendahan hati, serta ingatan terhadap pengalaman-pengalaman hidup. Dari situ, kita bisa melihat diri kita bukan sebagai “aku”, tetapi sebagai sudut pandang orang ketiga serba tahu.

Dari sini kita dapat memahami bahwa pondasi paling awal yang dibutuhkan adalah mau merenungi kehidupan kita. Kikis Hasrat yang berpendapat “aku selalu benar” melalui perenungan itu dan buka wawasan baru terhadap keadaan sekitar.

Meditasi yang berhasil dapat melihat sudut lain dalam kehidupan
Meditasi yang berhasil dapat melihat sudut lain dalam kehidupan.
Sumber: momonulis – WordPress

Cara berkomunikasi dengan Tuhan sudah diatur dalam kitab suci

Ada beragam contoh doa dalam kitab suci seperti yang sudah disuri tauladankan oleh para pemeluk agama terdahulu. Baik itu dari kitab perjanjian lama ataupun baru, jadi tidak ada alasan kita tidak tahu cara mengobrol atau memanjatkan doa pada Tuhan. Semua sudah tertulis dalam bentuk cerita baik secara eksplisit maupun implisit.

Gabungkan kehidupan kita dengan kehidupan ilahi milik Tuhan

Komunikasi dengan Tuhan dalam meditasi doa, tidak hanya dilakukan dalam bentuk percakapan. Kita juga membahas soal kedalaman rasa bagaimana seseorang dapat menyatu dengan Tuhan-nya. Kehidupan bukan milik umat, tetapi Dia yang berkuasa sebagai Pencipta. Dia yang menentukan bagaimana awal kisah kehidupan, termasuk juga cerita akhirnya.

Hati-hati terhadap penyimpangan dalam doa ketika bermeditasi

Penyimpangan dalam doa telah terjadi dan secara fundamental terbagi dalam dua bahasan yaitu pseudognitism dan messalianism. Pertama, pseudognitism yaitu paham yang menganggap bahwa keyakinan dan doa haruslah terlepas dari setiap bentuk materi. Bahkan jasad tubuh dapat dianggap sebagai sesuatu yang kotor, sehingga harus dilepaskan. Manusia hendaknya dapat berhubungan dengan Tuhan dalam tingkatan transendental.

Padahal tubuh dan segala materi termasuk dalam hasil ciptaan-Nya. Maka tugas ciptaan yang berkuasa atas hal itu adalah menjaga dan mengolah sebaik-baiknya, bukan menelantarkan dan membuang jasad.

Kedua, messalianism ialah pengalaman sebagai messiah. Bagaimana seseorang harus menjalani kesengsaraan dahulu sebagai jalan Sang Juru Selamat. Padahal manusia diciptakan beragam dan itu termasuk latar belakang dirinya serta cerita asal-usul dari mana ia datang. Kita tidak bisa memukul rata seseorang harus menjalani kesengsaraan dahulu baru dapat bertemu dengan Tuhan.

Hindari pandangan mistik

Pandangan mistik seperti roh yang meninggalkan tubuh merupakan langkah berbeda dan bukan jurusan meditasi Katolik. Pengalaman yang bersifat cenayang mungkin dapat terjadi pada seseorang, tetapi bukan syarat utama sebuah keberhasilan komunikasi doa. Jangan menekankan pada pengalaman, tetapi apa yang diperoleh dari pengalaman tersebut untuk meningkatkan kualitas diri kita sebagai umat dari Sang Juru Selamat.

Wanita sedang bersedih duduk di pinggir jalan
Kesedihan merupakan hal yang harus dilepaskan agar tidak menjadi beban pikiran.
Sumber: 1freewallpaper.com

Kita bukan Tuhan, kita adalah ciptaan

Sebaik apapun kita melebur ke dalam sisi Pencipta, tetap saja kita adalah makhluk ciptaan. Tidak mungkin menjadi Pencipta sampai seolah-olah mengetahui jalannya takdir atau kejadian di masa depan.

Meditasi Katolik yang berhasil ialah kerendahan hati penuh kasih

Kasih Tuhan merupakan satu-satunya tujuan yang ingin dicapai dalam meditasi Katolik. Karena kasih Tuhan merupakan solusi semua masalah dan satu-satunya hal esensial yang dibutuhkan makhluk. Karena itu, kesuksesan meditasi Katolik seseorang dapat dilihat dari kerendahan hati penuh kasih sebagai buah dari kasih Tuhan pada dirinya.

Langkah-langkah untuk meditasi

Bagaimana urutan langkah yang bisa digunakan untuk menjalankan meditasi? Ini dia ulasannya.

Pertama, konsentrasi agar kita bisa memilah mana yang penting dan mana yang tidak. Konsentrasi diperlukan agar kita bisa menyelami diri secara penuh sebagai bagian dari ciptaan Tuhan. Lalu dilanjutkan dengan langkah kedua, yaitu mendengarkan Tuhan di dalam batin kita. Langkah ini membutuhkan kejelian bagaimana memilah suara Tuhan dan suara nafsu.

Tetapi kita harus percaya diri, karena sebagai ciptaan kita memiliki batin yang terhubungan dengan-Nya. Ketiga, intensifkan dengan percakapan. Dari sana maka kita mulai bisa membedakan mana kebajikan dari Tuhan, dan bagaimana nafsu manusia.

Langkah terakhir setelahnya adalah berkomitmen menjalankan apa yang kita dengar dari meditasi untuk diamalkan secara nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *