hutan pohon kopi yang mulai berbuah

Pohon Kopi: Tampilan, Jenis, dan Cara Perawatan

Posted on

Pohon kopi Indonesia punya beragam tampilan dan segudang perbedaan. Ada kopi yang dijual dengan harga rendah atau kopi grade bawah, sampai ke kualitas terbaik macam biji kesukaan luwak. Varian-varian tersebut dikarenakan oleh banyak faktor seperti ketinggian, kesuburan, serta lokasi tanah, termasuk kelembaban udara.

Lalu seperti apa pembahasan mengenai pohon-pohon yang menghasilkan varian kopi di Nusantara? Simak bahasan berikut sampai tuntas, ya!

Penampakan pohon kopi

pohon kopi robusta yang tumbuh di perkebunan kopi
Pohon kopi robusta yang tumbuh di perkebunan kopi.
Sumber: Pinterest

Bentuknya seperti pohon kayu yang ramping dengan rentengan buah berwarna hijau dan merah. Sekilas tampak biasa saja, tetapi nilai ekonomisnya begitu tinggi. Pohon kopi termasuk tanaman yang memiliki panjang usia lebih lama dibanding rata-rata pepohonan lain. Karena itu pula, untuk mencapai usia pohon dewasa yang berbuah sempurna juga cukup memakan waktu.

Bibit kopi ditanam secara perlahan dan mengalami beberapa kali pergantian media tanam. Ketika masih awal, kita tidak bisa menanamnya langsung ke tanah. Petani perlu memanfaatkan pot-pot kecil selama 1,5 sampai 3 bulan untuk memunculkan tunas awal. Proses selanjutnya adalah menumbuhkan sepasang daun awal, yang mana prosesnya lebih panjang lagi yaitu 1 tahun.

Sekedar gambaran, wujud pohon kopi berbeda-beda tergantung jenisnya. Kopi sendiri dalam taksonomi tumbuhan masuk ke dalam genus Coffea marga Rubiaceae. Coffea mempunyai varian 100 spesies berbeda. Antara 100 spesies tersebut, hanya tiga yang dikembangkan dengan tujuan dipasarkan, yaitu; Coffea arabica; Coffea canephora; serta Coffea liberica.

Tampilan Coffea arabica

Jenis kopi arabika memiliki bentuk perdu yang dapat tumbuh hingga enam meter. Akarnya menancap dalam sehingga cocok ditanam secara tumpangsari bersama pohon lain. Daunnya sempit hanya selebar 4-6 cm, namun memanjang hingga sekitar 13 cm.

Lucunya pembuahan bisa dilakukan pohon sendiri. Jarak waktu antara bunga mekar dengan buah panen adalah 7-9 bulan. Buah kopi arabika mempunyai warna merah serta mudah jatuh dari tangkai.

Wujud Coffea canephora varian robusta

Pohon kopi robusta dapat tumbuh sampai 12 meter. Sayangnya akarnya tidak menancap dalam, sehingga pohon mudah tumbang. Daunnya jauh lebih besar daripada arabika dengan lebar 12 cm dan panjang 27 cm.

Kebalikan dari arabika, robusta butuh pohon lain untuk penyerbukan. Buahnya pun relatif lebih kecil. Waktu panen membutuhkan 10 bulan semenjak bunga pertama mekar.

Robusta dapat tumbuh di ketinggian 250-1500 mdpl dengan suhu udara 18-36 derajat Celcius. Curah hujannya sekitar 2.200-3.000 mm per tahun.

Satu lagi, Coffea liberica varian liberica

Ini termasuk pohon raksasa yang dapat tumbuh sampai 18 meter. Diameter buahnya antara 1,8 – 3 centimeter. Tumbuhnya di ketinggian kurang dari 700 mdpl. Cocok dibudidayakan di daerah rawa dengan tingkat keasaman tinggi.

Coffea liberica varian Dewevrei

Nama lainnya adalah excelsa. Sifatnya sama dengan liberika, cuman tingkat pertumbuhannya lebih cepat.

Jenis pohon kopi

Biji kopi yang sudah rontok, bercampur antara yang matang berwarna merah dan baru berbuah dengan warna hijau
Biji kopi yang sudah rontok, bercampur antara yang matang berwarna merah dan baru berbuah dengan warna hijau.
Sumber: PxHere

Sebenarnya, jenis pohon kopi sudah diulas pada bagian “Penampakan”. Seperti yang sudah diungkapkan, ada 100 varian jenis marga kopi. Namun yang paling banyak ditemukan untuk budi daya hanya ada empat seperti yang diungkapkan pada subbahasan sebelumnya.

Kali ini kita akan coba membahas klasifikasi kopi yang sudah dilakukan sejak tahun 1632. Pelopornya ialah Caspar Bauhin yaitu seorang botani berkebangsaan Swiss. Karya ini dianggap sebagai pionir dan dikembangkan lagi oleh Carl Linneus dengan jurnal berjudul “Species Plantarum”. Jurnal Carl terbit pada tahun 1753.

Kopi yang pertama kali dibudidayakan adalah arabika. Biji kopi arabika ditemukan di Etiopia, tepatnya daerah pegunungannya. Tebak siapa yang menemukan arabika saat itu? Orang Arab! Mereka kemudian membudidayakannya untuk diperjualbelikan di daerah Yaman.

Orang Eropa yang mulai mengenal kopi dan menyukainya, lalu menyebarkan biji arabika ke daerah-daerah seperti Jawa juga Brasil. Cerita itu terjadi pada abad ke 17. Baru satu abad setelahnya ditemukan kopi robusta, tepatnya sekitar tahun 1898. Penemuan robusta terjadi di Kongo oleh Emil Laurent, seorang Eropa berkebangsaan Prancis dan berprofesi sebagai pedagang.

Tidak hanya Kongo, negara-negara Afrika lain diperkirakan juga memiliki biji robustanya sendiri di fase-fase awal penemuan. Misalnya Sudan, Liberia, serta Uganda. Untuk menghormati Emil, nama kopi robusta menggunakan nama marganya (Laurent). Tidak aneh kalau biji robusta, nama belakang latinnya adalah“laurentii”.

Liberika beda sendiri ceritanya

Sayangnya cerita lengkap tidak bisa ditemukan pada spesies liberika, selain asalnya dari daerah Liberia. Ada juga yang tersebar di daerah Pantai Gading, Maurtania, Nigeria, Uganda, Burkina Faso, Kamerun, Angola, Gabon, dan Gambia.

Catatan penemuan malah ada pada kopi excelsa. Penemunya bernama August Chevalier dan menemukan varian ini pada tahun 1905. Ia adalah botanis asli Perancis.

Cara perawatan pohon “Coffea”

Buah kopi berkualitas prima hanya bisa diperoleh dari pohon yang sehat. Tiga faktor utama perlu diketahui untuk memperoleh pohon sehat. Tiga faktor tersebut adalah tempat menanam, genetika tumbuhan, serta manajemen perawatan. Sedangkan unsur-unsur yang harus dipenuhi keberadaannya adalah pasokan air, kesuburan tanah, kelembaban udara, serta curah sinar matahari.

Kopi arabika merupakan salah satu tanaman kopi yang pohonnya paling peka terhadap perubahan. Bila mengambil pohon dari alam, lebih baik pilih tempat menanam yang punya ekosistem serupa. Ada cara lain yang lebih mudah, yaitu mengambil pohon yang telah dikawinsilangkan dengan varian yang tidak terlalu penuntut.  

Kunci paling utama sebenarnya terletak pada ketinggian tanah. Pastikan tanaman kopi yang ditanam, benar-benar dapat tumbuh di wilayah yang akan dipakai. Adapun nanti hasil buahnya akan menjadi variasi karena ekstrak biji kopinya akan memiliki rasa berbeda dibandingkan daerah lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *