staycation santai di pinggir kolam renang hotel

Staycation: Konsep dan Serba-serbinya yang Asyik

Posted on

Staycation jadi solusi kamu yang sudah bosan dengan konsep liburan itu-itu saja. Liburan seringkali jadi menyebalkan karena harus berbagi tempat dengan wisatawan-wisatawan lain, apalagi kalau dilakukan ketika “high season”. Kadang juga belum puas menjelajahi destinasi-destinasi yang membuat penasaran, tetapi harus segera balik karena waktu kunjung yang tidak memungkinkan. Pokoknya berbagai masalah yang membuat liburan menyebalkan, akan diatasi oleh cara berlibur ini.

Staycation merupakan konsep liburan yang diperkenalkan oleh para pegiat wisata dunia di tahun 2010-an. Memang pada saat itu, belum booming karena baru segelintir orang yang melirik. Konsep ini baru diperkenalkan sebagai alternatif dari penatnya orang-orang terhadap gaya liburan yang monoton.

Kasus Indonesia sendiri, cara liburan dengan menetap, mulai merambah dan dijadikan pilihan berwisata pada tahun 2018. Peminatnya banyak dari kota-kota besar hingga kemudian diikuti oleh banyak orang. Hingga kini pun peminatnya tidak berkurang, justru malah terus bertambah. Kenapa bisa begitu ya?

Simak ulasannya berikut ini agar kamu tidak penasaran.

Konsep Staycation

Kita cenderung akrab dengan istilah-istilah wisata seperti traveling, piknik, vacation, dan lain sebagainya. Masyarakat lalu diperkenalkan dengan konsep baru yaitu staycation yang menjadi gabungan dari dua kata, yaitu “stay” dan “vacation”. Keduanya merupakan kata dari bahasa Inggris yang artinya adalah “liburan dengan menetap di suatu tempat”.

Staycation = Stay + Vacation

Meskipun diartikan sebagai “liburan dengan menetap di suatu tempat”, ternyata istilah ini memiliki makna yang berbeda di Cambridge Dictionary. Kamus Cambridge mengartikan istilah itu sebagai “liburan yang dilakukan di kediaman seseorang tanpa pergi-pergi ke tempat lain”. Meskipun begitu, kita dapat menemukan kesamaan antara dua makna tersebut.

Intinya staycation merupakan cara kita berlibur dengan menetap. Tren liburan ini memang terus menemukan peminatnya belakangan ini di Indonesia (Jakarta, Surabaya, Bandung, dan kota-kota besar lain), namun tidak di luar negeri. Kalau kamu berkunjung ke Amerika Serikat, para pegiat wisatanya sudah melakukan konsep liburan tersebut sejak tahun 2003.

Villa dengan fasilitas kolam renang bisa jadi tujuan wisata menginap
Villa dengan fasilitas kolam renang bisa jadi tujuan wisata menginap.
Sumber: ilovelife

Tempat tujuan liburan dengan menetap bisa di mana saja, tetapi harus ada suatu rumah yang lengkap fasilitas hidupnya. Contohnya bisa seperti apartemen, hotel, homestay, dan lain sebagainya. Hotel masih menjadi target utama karena fasilitas-fasilitas yang disediakannya terhitung lengkap.

Kita tidak perlu memikirkan barang-barang pelengkap yang diperlukan agar liburan berjalan lancar. Apalagi jaringan tur dan travel yang biasanya sudah terjaring lengkap di pusat informasi hotel. Apalagi kemewahan-kemewahan dan fasilitas-fasilitas di hotel yang biasanya memang ditujukan untuk kepuasan orang yang menginap. Dari situ, banyak orang yang memilih liburan dengan menginap dalam jangka waktu lama di hotel.

Serba-serbi

Kini konsep liburan satu ini berkembang, tidak hanya sekedar menginap. Ada padu-padan dengan berbagai jenis acara lain seperti pernikahan atau ulang tahun seseorang. Apalagi kalau lokasi menginap dekat dengan pusat perbelanjaan atau wahana hiburan yang mengasyikkan. Pasti akan ramai dan orang-orang betah menginap di hotel untuk jangka waktu yang lama.

Berapa orang sebaiknya mengikuti acara liburan dalam konsep ini? Satu hingga beberapa orang pun boleh-boleh saja dan pastinya akan semakin seru asalkan dilakukan bersama orang-orang dekat. Liburan dengan orang-orang yang asing pun bisa seru, karena kita bisa bertemu dengan orang-orang yang membuat penasaran untuk diulik latar-belakangnya.

Sebenarnya kelebihan-kelebihan apa saja yang ditawarkannya hingga banyak orang suka?

Pertama, perencanaan yang mudah

Kita tidak perlu memikirkan seksama karena nantinya rencana-rencana bisa masih bisa diubah dan direncanakan sesuai situasi di lapangan. Kita tidak perlu terburu-buru merancang jadwal karena keterbatasan waktu. Liburan jadi lebih santai dan rileks karena tidak memerlukan perencanaan yang rumit.

Kedua, dari segi harga bisa lebih ekonomis

Harga ekonomis karena untuk menetap dalam jangka waktu lama kita bisa meminta potongan atau harga paket. Kita juga tidak perlu memikirkan tiket-tiket wahana liburan yang biasanya dihargai lebih mahal ketika musim liburan. Benar-benar “selow” karena kamu bisa menentukan sendiri ke mana arah tujuan berlibur.

Bangun pagi ketika menetap di hotel tidak perlu terburu-buru untuk mengejar jadwal wisata
Bangun pagi ketika menetap di hotel tidak perlu terburu-buru untuk mengejar jadwal wisata. Sumber: THETRAVELEARN.com

Ketiga, efek relaksasi yang lebih terasa

Tidak perlu merasa diburu-buru karena harus mengejar jadwal wisata. Kamu bisa menentukan sendiri kapan waktu santai dan kapan jadwal berjalan-jalan. Bahkan kalau kamu sudah bekerja dengan model “freelance” atau “work from home”, kamu bisa menghasilkan uang dari tempatmu berlibur. Pasti asyik banget karena begitu penat kerja datang, kita bisa langsung berlibur untuk relaksasi.

Tempat liburan yang pas untuk menginap lama

Ke mana tujuan yang asyik? Pertanyaan tersebut akan memunculkan jawaban tergantung pada selera ketika berlibur. Ada orang yang hanya butuh suasana berbeda, maka menginap di hotep, losmen, villa, dan lain sebagainya sudah cukup. Namun apabila menghendaki lingkungan dan orang-orang sekitar yang memiliki keragaman budaya, homestay di salah satu suku-suku asli Indonesia dapat menjadi pengalaman yang tidak terlupakan.

Misalnya saja berkunjung dan menginap sebulan di Suku Baduy Luar Banten. Kita juga bisa mempelajari kearifan budaya setempat dalam mengelola lingkungan, memanajemen manusia, dan memanfaatkan teknologi sederhana namun tepat-guna. Ada juga opsi lain bila kamu lebih menyukai lingkungan yang asri dan memiliki aliran sungai menantang, maka Suku Dayak di Kalimantan adalah jawabannya. Ada juga Suku Tengger di sekitar Gunung Bromo yang masih teguh memelihara adat dan istiadatnya, dalam balutan agama Hindu. Konon mereka sendiri merupakan keturunan dari Kerajaan Majapahit, salah satu kerajaan besar di Nusantara yang masih memegang teguh tradisi.

Jadi, ke mana kamu akan menentukan destinasi staycation?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *